Khawatir Tanah Pengungsi Syiah Sampang Diserobot, Bupati Serahkan Sertifikat

Syiah Sampang
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat menyerahkan sertifikat tanah kepada para pengungsi Syiah di Jemundo, Sidoarjo. (FOTO: Protokol Humas Pemkab Sampang for MI)

maduraindepth.com – Pengungsi Syiah asal Kabupaten Sampang tidak perlu khawatir soal adanya penyerobotan tanah di kampung halaman. Sebab Bupati Slamet Junaidi telah menyerahkan 230 sertifikat tanah kepada pemiliknya yang saat ini berada di pengungsian, Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo, Selasa (2/2) kemarin.

Bupati Slamet Junaidi mengatakan, sertifikat tanah tersebut diberikan kepada pengungsi di jemundo yang masih merupakan warga Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang dan Karang Gayam, Kecamatan Omben. “230 sertifikat kami serahkan kepada para pengungsi, hal ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah terhadap masyarakat,” katanya saat dikonfirmasi.


Baca juga:

H. Idi mengkonfirmasi, sebelum sertifikat tanah tersebut diserahkan kepada pengikut Tajul Muluk sebelumnya sudah melalui proses Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dalam hal ini, dirinya berjanji akan terus berupaya untuk menyelesaikan permasalahan pengungsi bersama seluruh stakeholder, khususnya para tokoh Agama.

“Kami sudah mencari benang merah permasalahan ini, setelah itu kami menindaklanjutinya dengan melakukan rekonsiliasi, alhamdulilah mereka berkenan untuk dibaiat dan kembali ke Ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja),” tandasnya.

Baca juga:
Baca juga:  Ketua Lakpesdam NU Faisal Ramdhoni Urai Perjalanan Singkat Penanganan Syiah di Sampang

Kata H. Idi, para pengungsi yang kini berada di Jemundo tersebut sempat mengalami kekhawatiran tanahnya di kampung halaman ada penyerobotan. “Penyerahan sertifikat ini sebagai jawaban atas keresahan mereka,” pungkasnya. (RIF/MH)