maduraindepth.com – Memasuki pekan keempat Ramadan, tabuhan musik tradisional Tongtong kembali menggema di pusat Kota Sumenep. Paguyuban Tongtong Sumenep (Patots) menggelar kegiatan Patrol Sahur On The Road di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (14/3/2026) malam hingga Minggu dini hari.
Kegiatan yang diikuti 11 grup gabungan tersebut tidak hanya bertujuan membangunkan warga untuk santap sahur, tetapi juga membawa misi sosial, yakni mengisi ruang jalanan dengan aktivitas positif sekaligus meminimalkan aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat.
Pemilihan lokasi di kawasan Masjid Jamik hingga jalur protokol Kota Sumenep bukan tanpa alasan. Area tersebut selama ini dikenal sebagai titik rawan balap liar, terutama pada malam Minggu selama bulan Ramadan.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari pengurus Masjid Jamik Sumenep serta sejumlah mitra lokal, termasuk air mineral HST. Dukungan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemuda, tokoh agama, dan pegiat budaya dalam menjaga suasana Ramadan tetap kondusif.
Perwakilan Pemuda Masjid Jamik Sumenep, Fausi AQ, mengapresiasi inisiatif Paguyuban Tongtong Sumenep yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan kultural sekaligus menjaga tradisi patrol sahur.
“Kami sangat berterima kasih kepada Paguyuban Tongtong Sumenep yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Selain melestarikan tradisi patrol sahur, kegiatan ini juga menjadi upaya mengurangi perilaku negatif remaja seperti balap liar di jalur yang selama ini rawan gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruq Hanafi, yang hadir melepas peserta, memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong kreativitas pemuda melalui kegiatan yang positif dan berbasis budaya lokal.
“Ini luar biasa. Seperti yang diharapkan Bapak Bupati, energi pemuda harus disalurkan ke kegiatan positif, bukan pada hal-hal yang merugikan seperti balap liar maupun penyalahgunaan narkoba,” kata Faruq.
Ia menambahkan, musik patrol yang dulunya identik dengan tradisi membangunkan sahur kini berkembang menjadi sarana pelestarian seni sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Sebanyak 11 grup Tongtong yang terlibat menampilkan pertunjukan musik perkusi yang meriah sepanjang rute kegiatan. Suasana jalan yang biasanya dipenuhi suara knalpot bising berubah menjadi harmoni tabuhan musik tradisional yang ritmis.
Melalui kegiatan ini, Patots berupaya menunjukkan bahwa kreativitas pemuda dapat menjadi sarana menjaga tradisi sekaligus menciptakan suasana Ramadan yang lebih tertib dan penuh kebersamaan di Kabupaten Sumenep.(Arif Coolbreak/MID)














