Delapan Kyai di Sampang Akan Membina Mantan Pengikut Syiah, Berikut Daftarnya

Tajul Muluk
Tajul Muluk (memegang teks) bersama istri dan anaknya saat membacakan ikrar kembali ke paham Aswaja beberapa waktu lalu. (FOTO: Istimewa)

maduraindepth.com – Ulama dan umaro di Kota Bahari akan menyamakan persepsi dalam melakukan pembinaan terhadap mantan pemimpin Syiah Kabupaten Sampang Tajul Muluk beserta pengikutnya.

Ini dilakukan pasca Tajul Muluk beserta mayoritas pengikutnya melaksanakan ikrar kembali ke ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) atau sunni. (Baca: Pasca Tajul Muluk dan Pengikutnya Berikrar : Antara Pembinaan dan Kondusifkan Dua Kubu)


Rencananya, dalam waktu dekat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang bersama ulama dan umaro akan melakukan pembinaan secara bergantian tiap satu bulan sekali terhadap mantan pengikut Syiah. Dalam hal ini, Pemkab Sampang melibatkan Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia dan Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

Humas Kemenag Sampang Faisol Ramdhoni mengatakan, saat ini NU Sampang sedang berkoordinasi dengan Pengurus Wilayah (PW) NU Jawa Timur terkait pembinaan tersebut.

Faisol mengungkapkan, ada beberapa poin yang dikoordinasikan soal pembinaan terhadap mantan penganut Syiah tersebut. Pertama terkait ikrarnya Tajul Muluk dan para pengikutnya. Kedua tentang rencana kiai dan para ulama yang akan melakukan pembinaan kepada Tajul Muluk dan pengikutnya di Jemundo.

“Yang ketiga meminta dukungan NU Jawa Timur dalam rangka penyelesaian konflik Syiah di Sampang,” beber Faisol pada maduraindepth.com, Senin (1/2) malam.

Faisol menyebutkan, ada beberapa nama kiai dan ulama yang menyatakan kesanggupannya untuk melakukan pembinaan terhadap Tajul Muluk dan para pengikutnya.

Baca juga:  Breaking News: Angin Puting Beliung Terjang Sejumlah Desa/Kelurahan di Sampang Madura

Baca juga: Soal Penyelesaian Konflik Syiah di Sampang, Rudi: Bukti Nyata Kinerja Bupati

Berikut daftar delapan kyai di Sampang yang akan melakukan pembinaan terhadap Tajul Muluk dan pengikutnya:
  1. KH Syafiudin Abdul Wahid (Rois Syuriah PCNU Sampang)
  2. KH Mohammad Itqon Bushiri (Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang)
  3. KH Akhsan Jamal (Rois Syuriah MWCNU Karang Penang)
  4. KH Bukhori Maksum (Ketua MUI Sampang)
  5. KH Luai Imam (Khatib Syuriah PCNU Sampang)
  6. KH Mahrus Abdul Malik ( Pengasuh Ponpes Al Ihsan Jrengon)
  7. KH Lutfilah Ridwan (Syuriah PCNU Sampang)
  8. KH Sahuri Sidik (Syuriah PCNU Sampang)

“Dari delapan tokoh tersebut sudah menyatakan kesanggupannya untuk melakukan pembinaan terhadap Tajul Muluk dan pengikutnya,” ujar Faisol.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sampang Anang Junaidi. Dia mengatakan, saat ini Pemkab Sampang tengah melakukan koordinasi dan konsultasi dengan para kiai untuk menindaklanjuti pasca dilakukan ikrar.

Pihaknya juga berencana akan melakukan sosialisasi di Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang dan Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben untuk pemulangan jenazah apabila terdapat pengikut Tajul Muluk yang meninggal dunia.

“Kami juga telah membuat jadwal bersama para kiai untuk melakukan pembinaan keagamaan terhadap para pengikut Tajul Muluk dan para pengikutnya di Jemundo,” katanya.