Diduga Korupsi Dana RKB SD, Dua ASN Disdik Ditangkap Kejari Sampang

Korupsi Dana RKB SD
Kajari Sampang Maskur (dua dari kanan) menunjukkan barang bukti kasus dugaan korupsi dana RKB SD. (Foto: MH/MI)

maduraindepth.com – Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang diciduk petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Keduanya ditangkap karena diduga korupsi dana pembangunan ruang kelas baru (RKB) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Banyuanyar.

Kepala Kejari Sampang Maskur mengungkapkan, kedua tersangka adalah Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Disdik Sampang Akh. Rojiun (AR) dan stafnya Moh. Edi Wahyudi (MEW).


Keduanya ditangkap pada Rabu (24/7) pagi sekitar pukul 09.30 WIB di Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang.

“Sekitar pukul 09.30 Kejari Sampang telah melakukan penangkapan terhadap AR Kasi Sarpras Disdik Sampang dan stafnya MEW staf kasi di Disdik,” ungkap, Maskur kepada awak media, Rabu (24/7/2019).

Dijelaskan Maskur, kedua tersangka ini ditangkap karena diduga meminta fee proyek pembangunan RKB SDN 2 Banyuanyar Sampang. Anggaran pengerjaan RKB ini senilai Rp 1,4 miliar.

AR meminta fee proyek pengerjaan RKB tersebut kepada Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Banyuanyar. AR meminta jatah sebesar 12,5 persen dari total anggaran 1,4 miliar.

“Permintaan sebenarnya 12,5 persen dari jumlah anggaran. Dari beberapa pencairan hanya bisa menyediakan Rp 75 juta,” beber Maskur.

Setelah menerima uang fee dari Kepsek SDN 2 Banyuanyar, petugas Kejari Sampang melakukan penghadangan terhadap mobil CRV Nopol AG 1939 YG. “Pada saat kedua tersangka keluar dari lokasi, kita lakukan penghadangan dan penangkapan,” ucapnya.

Baca juga:  Disdik Jadi Sasaran Pertama Operasi Yustisi di Jajaran OPD Pemkab Sampang

Dari penangkapan kedua tersangka ini, petugas menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, uang tunai sebesar Rp 75 juta yang ditemukan di dalam mobil CRV yang dikendarai AR dan MEW, buku catatan penarikan fee proyek-proyek dari tahun 2017 dan 3 buah buku rekening.

“Buku rekening BNI atas nama AR, BRI atas nama orang lain dan BCA atas nama AR sendiri. Uang di buku tabungan hasil permintaan dana fee sebelum tahun ini,” tandasnya.

Kemudian 2 unit ponsel Android dan satu unit ponsel merek Nokia. Kemudian satu unit Mobil CRV Nopol AG 1939 YG. (MH/AW)