Begini Pelayanan di Kanwil kemenag Jatim dan Kankemenag Gresik Pasca-OTT KPK

0
51
Kantor Kementerian Agama RI Kanwil Jatim. (Foto:dok istimewa)

maduraindepth.com – Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Gresik Muh. Muafaq Wirahadi, dipastikan ikut dibawa KPK ke Jakarta bersama Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Jumat (15/3/2019) sore.

Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Jatim Markus memastikan pelayanan publik kepada masyarakat tidak akan terganggu. Dia juga mengakui, selain Haris Hasanuddin, yang dibawa KPK adalah Muh. Muafaq Wirahadi.

“Berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, mulai hari Senin besok dan hari-hari selanjutnya, insya Allah pelayanan tetap akan berjalan sebagaimana mestinya,” kata Markus ditemui di Kantor Kanwil Kemenag Jatim, Sabtu (16/3/2019).

Sebab, kata dia, pelayanan publik sudah menjadi bagian dari sistem yang harus terus dijalankan. Pihaknya menjamin pelayanan tidak akan terhenti meski Kepala Kanwil Kemenag Jatim, yang baru menjabat pada 5 Maret 2019 lalu, ikut dicokok KPK.

Sementara itu, mengenai penentuan kebijakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemenag pusat tentang langkah-langkah apa yang mesti dilakukan ke depan.

“Kalau terkait dengan kebijakan-kebijakan yang membutuhkan tanda tangan dari pimpinan, nanti ada langkah-langkah yang akan diambil oleh Kemenag pusat. Kami menunggu itu,” ujar dia.

Dengan adanya OTT KPK terhadap pejabat kemenag, pihaknya mengaku turut prihatin dengan kejadian tersebut. Markus sebagai pejabat pelaksana mengaku tidak mengetahui kegiatan-kegiatan Haris Hasanuddin di luar.

“Kami Kanwil Kemenag Provinsi Jatim terus terang merasa prihatin terhadap kejadian ini. Karena ini organisasi (lembaga) vertikal, kami menunggu apa yang menjadi kebijakan dari Kemenag pusat,” jelas dia.

Terkait kekosongan jabatan pasca Haris dan Muafaq dibawa KPK, pihaknya juga akan menunggu kebijakan dari pusat.

“Kita ini adalah pegawai pelaksana di daerah yang tentu nanti itu tergantung bagaimana pusat mengambil kebijakan. Apakah itu dibentuk Plt atau Plh, kami terus terang masih belum tahu,” katanya.

Markus menambahkan, Kementerian Agama RI, berdasarkan informasi yang diterima, menyebutkan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan strategis akan disampaikan pihak Kementerian Agama.

“Insya Allah sore nanti. Saya mendapat informasi seperti itu,” imbuhnya.

Saat ditanya apakah Romahurmuziy sempat mendatangi Kantor Kanwil Kemenag Jatim, Markus tidak tahu-menahu soal hal itu.

“Saya kebetulan tidak tahu. Karena saya kan di Jakarta tiga hari. Jadi kan tidak ada agenda di Kemenag Jatim yang berkaitan dengan undangan terhadap ketum PPP Romahurmuziy,” ucap Markus melanjutkan.

Sebelumnya dikabarkan, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin bersama Kepala Kantor Kemenag Gresik Muh Muafaq Wirahadi beserta beberapa orang, termasuk Romahurmuziy, turut dibawa dalam rombongan KPK menuju Jakarta melalui Bandara Juanda, Surabaya.

Informasi ini diutarakan oleh salah seorang petugas Pomal di Posko Satgaspam TNI AL Bandara Juanda, Hartono.

Mereka diduga terlibat dalam pengisian jabatan di kemenag pusat dan daerah. Saat ini kasus OTT yang dilakukan KPK terhadap Romahurmuziy dan pejabat kemenag daerah sedang didalami komisi anti rasuah.

Bahkan, KPK sudah menetapkan Romy, sapaan Romahurmuziy, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengisian jabatan di kemenag.

Dalam kasus ini, Romy diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kemenag di Jawa Timur.

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Romy dianggap mampu memuluskan mereka ikut seleksi karena dianggap mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.

Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. (AW/Gs-mi)