Selama Pandemi COVID-19, Pengusaha Tanam Hias di Sampang Harus Banting Harga

    Tanam Hias Sampang
    Yayak (40) pemilik usaha tanam hias bintang garden saat menyiram tanamannya. (FOTO : Alimuddin/MI)

    maduraindepth.com –┬áTak terasa, masyarakat di Indonesia sudah hampir setahun hidup di tengah pandemi COVID-19. Termasuk warga di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

    Pandemi berdampak pada banyak sektor. Termasuk dalam bidang ekonomi. Hal itu menyebabkan banyak usaha terpaksa gulung tikar.


    Dampak pandemi juga dirasakan oleh Yayak, salah satu pengusaha tanaman hias di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Lelaki berusia 40 tahun itu mengaku omzet usaha yang digelutinya turun hingga 40 persen.

    Penjualan turun drastis dibanding sebelum COVID-19 melanda Indonesia. Kata Yayak, sebelumnya penjualan tanam hias miliknya naik hampir menyentuh 90 persen.

    “Iya beda jauh, sekarang sepi orang membeli, salah satu akibatnya pandemi COVID-19 ini,” tutur pemilik usaha tanam hias Bintang Garden itu pada maduraindepth.com, Sabtu (16/1).

    Agar usahanya bisa tetap bertahan, Yayak nekat menjual tanam hias dengan harga anjlok. Harga penjualan dipangkas hingga 50 persen. Menurutnya, banting harga lumayan bagus, mengingat jumlah pembeli turun drastis akibat pandemi virus Corona.

    “Saya berani ambil potongan harga sampai 50 persen, tak ada cara lain karena itu satu-satunya cara untuk bertahan di masa sekarang,” tandasnya.

    Tak cukup banting harga, Yayak juga harus mengambil langkah lain dengan memberikan pelayanan lebih kepada pembeli. Seperti harus menjemput bola agar tanaman hiasnya laku terjual.

    Baca juga:  Ulama Madura Audensi, Ketua DPRD Sampang : Sudah Kami Fasilitasi Tiga Lembaga Negara

    “Selain menurunkan harga, kami juga memberi pelayanan ekstra yang berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnya kita menunggu pembeli tapi sekarang harus menyambut pembeli,” ungkapnya.

    Ia membeberkan beberapa tanaman hias yang dijual dengan harga miring.

    1. Tanaman Bunga Dollar dengan tinggi 2 meter, dengan harga kisaran biasanya Rp 2 juta lebih. Sekarang banting harga menjadi Rp 1 juta.

    2. Tanaman Pule mencapai harga hingga Rp 5 juta. Sekarang bisa dijangkau dengan harga Rp 2 juta.

    3. Tanaman benang merah dengan harga Rp 500 ribu. Sekarang menjadi Rp 300 ribu.

    4. Tanaman bunga hortensia harganya hampir Rp 8 juta. Sekarang diobral dengan harga Rp 4-5 juta saja.

    Dengan harga bunga di atas pihaknya masih tetap menjamu pembeli dengan mengantarnya sampai rumah dengan bebas ongkir. Sesampainya di rumah pembeli, ia membantu menanamkan serta memberi perawatannya. “Kami lakukan meski itu semua di luar jangkauan harga yang awal kami tetapkan,” tuturnya.

    Kendati demikian, ada upaya lain untuk meminimalisir kerugian. Pihaknya melakukan penanaman massal, dilanjutkan mengambil bunga dengan harga yang lumayan rendah, karena mengingat minim pembeli akibat COVID-19.

    “Jadi kita jual bunga-bunga yang harganya rendah, agar bisa dijangkau untuk pembeli, kalau harganya mahal malah tidak ada yang minat,” tutupnya. (Alim/MH)