Laili Tiba di Kampung Halaman, Terbebas dari Virus Corona

0
639
Laili Nadhifatul Fikriya Mahasiswi Sampang terjebak virus corona di china
Laili (mengenakan masker) dipeluk oleh keluarga. (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Laili Nadhifatul Fikriya sudah sampai di kediamannya, Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Sabtu (1/2/2020). Mahasiswi S2 di International Relations Shandong University, China itu dijemput oleh Dinas Sosial (Dinsos) Sampang di Bandara Juanda, Surabaya.

Pihak Dinsos Sampang tak hanya menjemputnya di Juanda. Melainkan juga mengantar mahasiswi yang terjebak virus corona di China tersebut sampai ke halaman rumahnya.

Kepala Dinsos Moh. Amiruddin menuturkan, pihaknya melakukan penjemputan didampingi pihak keluarga dan sampai di Juanda pada pukul 05:00 WIB. Dalam hal ini Dinas Sosial melakukan penjemputan dan pemulangan.

Amir, sapaan Kepala Dinsos Sampang menyebutkan, setelah dilakukan pemeriksaan dan terbebas dari virus corona, otoritas China memperkenankan Laili untuk kembali ke kampung halaman. “Laili sudah dilakukan pemeriksaan dan diperbolehkan keluar dari China,” tuturnya pada maduraindepth.com.

Baca Juga: Pemkab Sampang Jemput Kepulangan Laili di Juanda

Dikatakan Laili, sebelum kembali ke tanah air dirinya terlebih dahulu mendapatkan pemeriksaan kesehatan dengan cara screening di China, Korea. Sesampainya di tanah air, tepatnya di Bandara Soekarno Hatta (Soeta) Jakarta, dirinya juga mendapat perlakuan yang sama.

“Semua bandara internasional dilakukan pemeriksaan kesehatan, saya tiga kali dilakukan pemeriksaan kesehatan,” beber Laili pada maduraindepth.com.

Laili mengungkapkan, setiap orang yang keluar masuk China dilakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu mereka juga wajib mengisi formulir kesehatan.

“Apakah pernah ke Wuhan, bersentuhan dengan orang Wuhan? Suhu tubuhnya bagaimana? Dan apa yang dirasakan. Masa inkubasi 14 hari,” ucapnya menceritakan proses pemulangannya ke tanah air.

Laili Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Sampang

Laili Nadhifatul Fikriya
Setelah menjemput laili di Bandara Juanda Surabaya, Dinsos Sampang mengantak Laili ke kampung halaman. (Foto: RIF/MI)

Kampung halaman merupakan tempat paling nyaman untuk pulang. Hal ini adalah idiom yang tepat untuk disematkan kepada Laili setelah terisolasi di Kota Qingdau akibat virus corona yang mewabah di China.

Laili berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Khususnya Bupati Slamet Junaidi dan Dinsos Sampang yang telah memfasilitasi kepulangannya.

“Terima kasih kepada Bupati Sampang bapak Slamet Junaidi yang telah membantu saya, dengan ini kita sangat tahu, bahwa dengan ini Bupati Sampang sangat peduli terhadap warganya. Terima kasih juga kepada Dinas Sosial yang telah menjemput dan mengantarkan saya pulang ke rumah,” ucapnya.

Berita Terkait:

Bertahan Hidup dengan Sayur yang Tidak Segar

Akibat virus corona yang menyerang negeri China, Laili memilih tidak keluar asrama. Hal itu disebabkan karena keterbatasan stok masker yang dimilikinya.

“Apotik di sana sudah kehabisan masker, misalkan ada harganya pun naik tiga kali lipat,” tuturnya.

Selama wabah virus corona menyebar di China, dia bertahan hidup dengan sayur. Sayur itu dibeli dari pedagang di sekitar asrama y