Mengenal Laili, Mahasiswi Berprestasi yang Terjebak di China

0
686
Laili Nadhifatul Fikriya Mahasiswi Sampang terjebak virus corona di china
Laili Nadhifatul Fikriya saat berkunjung ke kantor redaksi maduraindepth.com beberapa waktu lalu sebelum berangkat ke negeri tirai bambu. (Foto: Dok. MI)

maduraindepth.com – Laili Nadhifatul Fikriya merupakan satu-satunya mahasiswi pascasarjana asal Sampang di Shandong University, China, jurusan International Relations. Dia berhasil studi di sana bukan perkara mudah. Tapi karena keuletannya hingga mendapat beasiswa dari pemerintah China.

Laili menempuh pendidikan S1 di Jurusan Sastra Inggris Universitas Negeri Jember (UNEJ). Sebelumnya, dia melewati pendidikan dasar di SDN Rapa Laok 2, SMP Negeri 2 Pamekasan, lalu melanjutkan ke SMA Darul Ulum 1 Jombang.

Laili merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Ahmad Khoiri (alm) dan Sri Astutik asal Desa Rapa Laok Kecamatan Omben, Sampang. “Kedua orang tua saya sangat menginginkan anak-anaknya menjadi orang sukses,” ucap Laili kepada maduraindepth.com, Selasa (28/1/2020) mengenang keinginan sang ayah.

Dari itulah kemudian Laili bertekad menempuh pendidikan sebaik mungkin. Selepas dari UNEJ, Laili mencari beasiswa. Awalnya Laili mencoba peruntungan beasiswa ke Seoul University di Korea Selatan. Sayangnya dia malah diterima di Woosong University, Korea Selatan. “Tapi itu pun tidak tidak full cover. Akhirnya tidak saya ambil,” ucap Laili.

Laili kemudian mengajukan beasiswa ke China. Pucuk dicinta ulam tiba. Kali ini pemerintah China memberikan beasiswa penuh kepada Laili di Shandong University. “Saya sudah satu semester di sini. Saya ditinggal ayah pada 2018 akhir, sekitar Oktober. Itu tepat beberapa hari sebelum saya aplikasi beasiswa LPDP pemerintah Indonesia,” ucapnya.

Beasiswa yang diperoleh Laili dari Pemerintah China bukan diterima begitu saja. Tapi fasilitas itu diberikan atas dasar sejumlah prestasi yang diperoleh Laili. Salah satunya menjadi wakil Indonesia di Thailand di acara AYIMUN (Asia Youth International Model United Nation).

“Di sana berperan sebagai delegasi atau duta besar dari negara-negara di PBB. Bagi saya itu sangat berkesan. Karena saya dan teman-teman menjadi salah satu peserta yang terpilih menampilkan kebudayaan Indonesia di puncak malam budaya atau culture night,” ungkap Laili.

Prestasi lainnya adalah terpilih menjadi pemuda pelopor di bidang pendidikan di Kabupaten Sampang pada 2018. ”Alhamdulillah saya juga sempat mendirikan Sampang Youth Movement,” papar Laili.

Kini Laili ingin segera pulang ke Indonesia karena khawatir dengan kondisi di Shandong, China. Wabah virus Corona sudah sampai di Provinsi tersebut. Meski jarak dari Kota Wuhan di Provinsi Hubai sekitar 1.103 kilometer, namun kondisi Kota Qingdao di Provinsi Shandong sudah seperti kota mati.

Keinginan Laili untuk pulang mendapat respons positif dari Bupati Sampang Slamet Junaidi. Itu setelah ibu kandung Laili, Sri Astutik menemui bupati ke Pendopo Trunojoyo, Sampang pada, Senin (28/1) siang. (MH/AJ)