Virus Corona, Bupati Sampang Janji Koordinasikan Pemulangan Mahasiswa Asal Sampang di China

0
377
Corona Mahasiswi asal Sampang di china
Sri Astutik, ibunda Laili Nadhifatul Fikriya, mendatangi pendopo untuk bertemu dengan Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi. (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Khawatir anaknya terkena virus corona, Sri Astutik, ibunda Laili Nadhifatul Fikriya, mendatangi pendopo untuk bertemu dengan Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, Selasa (28/1/2020). Pasalnya, hingga saat ini anaknya yang masih berstatus sebagai mahasiswi Indonesia di China asal Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, masih terjebak di China.

Mahasiswi S2 di International relations, Shandong University ini berharap Pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Kabupaten Sampang bisa memulangkannya ke Indonesia. Hal itu juga diungkapkan oleh Ibundanya Sri Astutik, di Pendopo Trunujoyo saat menemui Bupati Slamet Junaidi.

Menurutnya, Laili merupakan tulang punggung keluarga, selain itu dia merupakan panutan bagi adik-adiknya. Dan saat ini teman-temannya di (Provinsi Shandong; red) sana, sudah ada yang terkena virus corona.

“Saat menghubungi saya, terakhir Laili mengatakan tidak bisa keluar asrama, dan stok makanan sudah menipis, selain itu dia juga sudah kehabisan masker. Apotik di sana sudah kehabisan masker,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Sri Astutik, dirinya berkunjung ke Bupati Sampang dalam rangka untuk mencari solusi untuk kepulangan Laili. Sebab, dirinya khawatir atas keadaan Laili di Provinsi Shandong, China

“Setiap saat saya hanya bisa menangis dan berdo’a untuk keselamatan Laili, dan hari ini dengan menemui Bapak Bupati semoga ada solusi dalam memulangkan Laili,” ujarnya penuh harap.

Diakui Sri Astutik, untuk memulangkan Laili pihaknya tidak memiliki biaya, dan tidak mendapat fasilitas dari pemerintah China. Sehingga pihaknya meminta berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang dapat memfasilitasi pemulangan Laili.

Berita Terkait : Begini Kesaksian Mahasiswi Asal Sampang yang Terjebak di China akibat Virus Corona

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengatakan, kalau memang ada kebijakan dari Pemerintah China, maka pihaknya akan mengikuti kebijakan Pemerintah China. Namun, kalau bisa dipulangkan secara pribadi, maka Pemerintah Daerah akan membantu pemulangannya.

“Termasuk saya pribadi, akan membantu kepulangan Laili,” tegasnya.

Namun, kata H. Idi, sapaan karib Bupati Sampang menambahkan, kalau misalnya tidak dapat dipulangkan secara mandiri, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah luar negeri untuk memulangkan mahasiswa asal Sampang yang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah China tersebut untuk kembali Ke Sampang.

“Tentunya, kami akan melakukan pengecekan terhadap kesehatannya terlebih dahulu, apakah mereka steril dari virus yang sudah tersebar di china atau tidak, kalau memang nantinya mereka steril, maka kami akan segera memulangkannya,” jelasnya. (RIF/MH)