maduraindepth.com – Peresmian Revitalisasi dan Rehabilitasi Sarana & Prasarana SMA, SMK, dan SLB Negeri/Swasta di wilayah Madura digelar di SMKN 2 Sampang, Selasa (3/3/2026). Program Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini mencakup Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep dengan total anggaran Rp47.831.355.253 untuk 60 lembaga pendidikan.
Berdasarkan data rekap, Kabupaten Bangkalan menerima Rp14.116.755.000 untuk 16 lembaga (13 SMA dan 3 SMK). Kabupaten Sampang memperoleh Rp14.346.449.455 untuk 15 lembaga (7 SMA, 5 SMK, 3 SLB). Kabupaten Pamekasan mendapatkan Rp5.822.168.463 untuk 13 lembaga (5 SMA dan 8 SMK). Sementara Kabupaten Sumenep menerima Rp13.545.982.335 untuk 16 lembaga (11 SMA, 3 SMK, 2 SLB).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan revitalisasi mencakup perbaikan ruang kelas, laboratorium, ruang administrasi, toilet, ruang BK, ruang OSIS, hingga pembangunan ruang praktik SMK. “Ini untuk memastikan proses belajar lebih aman, nyaman, dan berkualitas, sekaligus mengurangi kesenjangan wilayah daratan dan kepulauan,” ujarnya.
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menyampaikan apresiasi atas dukungan provinsi dalam memperkuat kualitas SDM Madura. Ia menekankan pentingnya sinergi agar manfaat program dirasakan langsung oleh siswa dan guru.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pembangunan pendidikan tidak berhenti pada infrastruktur. Melalui program “Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas”, Pemprov menargetkan peningkatan signifikan jumlah siswa yang lolos perguruan tinggi negeri pada 2026.
Dengan peresmian ini, Madura tidak hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga menyiapkan lompatan prestasi dan daya saing di tingkat nasional.(Poer/MH)














