KPU Sampang Verifikasi Faktual Data yang Diduga Invalid

Penulis: Agus Wedi

Rakor Perbaikan Data Invalid di aula KPU Sampang, Minggu, 17 Maret 2019. (Foto: Agus Wedi)

maduraindepth.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Perbaikan Data Invalid dan Persiapan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPTb Tahap 2 di Aula Kantor KPU Sampang, Minggu (17/03/2019).

Rakor yang dihadiri oleh Bawaslu Sampang, Perwakilan dari TKN 01dan BPN 02, serta seluruh PPK Divisi Perencanaan dan Data se Kabupaten Sampang tersebut membahas data pemilih yang diduga invalid berdasarkan laporan BPN 02.


Menindaklanjuti laporan tim BPN 02, KPU Sampang melalui PPK meminta PPS untuk melakukan verifikasi faktual dengan cara mengambil foto pemilih bersama dokumen identitas kependudukan yang berlaku.

Addy Imansyah, Komisioner KPU Sampang Divisi Perencanaan dan Data mengatakan, berdasarkan laporan BPN 02, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan verifikasi faktual terhadap data pemilih yang diduga invalid.

Beberapa kategori yang diduga invalid itu, kata Addy, diantaranya pemilih berusia diatas 90 tahun dan dibawah 17 tahun. Selain itu, verifikasi juga dilakukan terhadap pemilih dengan tanggal lahir 1 Januari, 31 Desember, dan 1 Juli yang diduga invalid.

“Kami melakukan verifikasi secara acak dan sampling kepada pemilih yang datanya diduga invalid berdasarkan hasil laporan BPN 02,” ucap Addy, Minggu (17/3/2109).

Dari verifikasi yang dilakukan, lanjut dia, ditemukan data pemilih yang tanggal lahirnya 1 Januari ada 1 orang. Untuk kelahiran 1 Juli kurang lebih sekitar 171 ribuan. Kemudian pemilih dengan tanggal lahir 31 Desember kurang lebih ada 3 ribu.” Untuk usia diatas 90 tahun itu ada 137, dan pemilih usia dibawah 17 tahun sekitar 1.849 orang,” jelas pria berkacamata tersebut.

Baca juga:  Buka Kotak Suara Hasil Pemilu 2019, KPU Sampang: Tidak Ada Kaitannya dengan MK

Dijelaskannya, data itu oleh KPU RI diminta agar dilakukan verifikasi faktual secara sampling. Sebabnya KPU mengundang tim TKN 01 dan BPN 02, serta Bawaslu Sampang untuk menyaksikan proses penarikan sampel pemilih yang perlu dilakukan verifikasi faktual.

“Kebetulan yang hadir saat Rakor tadi hanya perwakilan BPN 02 dan Bawaslu Sampang, dan hasil yang telah dipilih itu kami langsung lakukan verifikasi faktual saat itu juga dengan meminta PPS melalui PPK menemui langsung pemilih, dan memastikan kebenaran dokumen kependudukannya,”