banner auto
banner auto
Opini  

Cara Ampuh Cegah dan Mengatasi Penularan Varian Terbaru Covid-19

Oleh: Miranda Ayu Margaretha

MIranda Ayu Margaretha

maduraindepth.com – Pada awalnya SARS-CoV-2 atau dikenal dengan Covid-19 terjadi pada tahun 2019. Diperkirakan virus tersebut berasal dari negara Cina, tepatnya yang ada di wilayah Wuhan. Terdapat beberapa varian virus Covid-19 telah terjadi di Indonesia maupun seluruh dunia antara lain, varian Alpha, Beta Delta dan Omicron.

Adapun varian terbaru yaitu, varian XBB. Varian XBB saat ini mulai menyebar disejumlah daerah yang ada di Indonesia. Pada tanggal 22 Oktober 2022 kemarin, terdapat sejumlah pasien yang telah dinyatakan positif covid-19 varian XBB. Lutfiana D Putri (Kompas.com, 3 November 2022) mengemukakan bahwa, Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia beragam covid varian baru ini muncul akibat adanya mutasi virus corona.

banner auto

Saat maraknya Covid-19 yang ada di Indonesia, pemerintah juga berperan penting dalam menjalankan tugasnya yaitu menata masyarakat dengan baik, walaupun seluruh rakyat Indonesia sedang menghadapi kondisi yang mungkin dikatakan cukup rumit dalam penanganannya. Terdapat beberapa peraturan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam menangani, mengatasi dan mencegah bertambahnya penyebaran Covid-19.

Upaya pencegahan yang dilakukan seperti pembatasan mobilitas, kampanye 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak minimal 1 meter) dan melakukan vaksinasi minimal 2 kali sesuai dengan standar pemakaian dosis yang ditentukan. Dalam penularannya virus ini menyebar melaui droplet atau percikan ludah yang berasal dari penderita.

Varian Baru Covid-19

Varian baru XBB ini diperkirakan sangat cepat dalam melakukan penyebaran. Faktanya dapat dilihat dari penyebaran dan peningkatan jumlah pasien yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 varian XBB. Sandi Ferry (CNBC Indonesia, 13 November 2022 pukul 22:00) mengatakan bahwa Juru Bicara Kemenkes dr. Muhammad Syahril menyebut, penularan subvarian Omicron XBB cenderung lebih mudah dibanding subvarian Omicron lainnya.”

Pada pemahaman terkait gejala dan penularan, jika sebuah varian mudah dalam nyebarkan penularan, maka gejala yang ditimbulkan pada pasien tergolong lebih ringan, terkecuali pasien yang telah menderita atau memiliki penyakit penyerta (komorbid). Penderita yang terpapar varian XBB ini terdapat pasien yang mengalami gejala (ODG) dan tidak mengalami gejala (OTG).

Baca juga:  Berikut Daftar Desa dan Kecamatan yang Terapkan PPKM Skala Mikro di Sumenep

Pada pasien yang tidak mengalami gejala tidak akan merasakan sakit yang dirasakan oleh tubuhnya. Bagi pasien tanpa gejala (OTG) ataupun memiliki gejala ringan, disarankan tidak perlu pergi ke rumah sakit, namun pasien bisa melakukan isolasi mandiri dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dari kebijakan pemerintah.

Sedangkan pada pasien yang memiliki gejala, gejala yang dialami mirip seperti varian omicron pada umumnya. Gejala tersebut yang diderita antara lain, hidung tersumbat, radang tenggorokan, sakit kepala, batuk, demam, diare, nyeri otot, badan lemas dan mudah Lelah, serta terdapat beberapa pasien yang mengalami kehilangan penciuman (anosmia).

Maka dalam penyembuhan dari gejala akibat terpapar virus varian XBB, disarankan pasien harus mengonsumsi secara teratur obat-obatan yang telah diperoleh dari masing-masing tenaga kesehatan di instansi kesehatan. Dalam mendukung pulihnya imun yang ada dalam tubuh, terdapat cara penyembuhan alternatif dalam menunjang kesembuhan dalam mengatasi keluhan yang berkelanjutan.

Penyembuhan Alternatif

Penyembuhan alternatif yang utama adalah pola pikir (mind set), pola pikir dapat memberikan pengaruh terhadap imunitas tubuh. Sehingga, pasien disarankan untuk mengubah dan selalu menerapkan pola pikir menjadi pola pikir yang positif. Karena faktor yang akan memengaruhi maupun mengendalikan rohani, fisik dan batin, ialah pola pikir.

Mengapa demikian? jika seseorang belum dapat mengatur pola pikir, maka hal tersebut akan memberikan berdampak negatif dalam menjalankan keberlangsungan kehidupan bagi sistem tubuhnya dan bahkan kebiasaan tersebut menjadi kebiasaan buruk yang harusnya dapat diatasi. Pola pikir menjadi faktor utama yang akan memengaruhi fisik, jika pola pikir terhambat dan bahkan tidak ada perubahan, maka fisik akan juga mengalami keterlambatan terutama dalam menjalankan pemulihan (recovery).

Berbeda hal dengan seseorang yang selalu berpikir positif, dalam batin seseorang tersebut pasti telah memiliki prinsip yang dibangun dalam alam bawah sadar. Yaitu selalu menerapkan pola pikir positif, contohnya bersemangat dalam melakukan hal apapun dalam kehidupannya.

Baca juga:  Kasus Positif Corona di Bangkalan Didominasi Pelayaran, Gugas Covid-19 Bakal Terapkan SOP Baru

Motivasi yang terus mengalir dalam alam bawah sadar yang akan membangun dan membangkitkan semangat yang ada pada diri masing masing, sehingga benefit yang diperoleh akan lebih terhindar dari penyakit dan pemulihan yang dilakukan akan lebih cepat. Maka pemikiran yang positif akan sangat membantu menunjang dalam penyembuhan pasien.

Dapatkan Informasi Terkini Di Sini

Berpikir positif bagi sebagian masyarakat masih merasa sulit dalam menerapkannya karena setiap individu pasti memiliki faktor atau masalahnya masing masing yang akhirnya akan berdampak terhadap pola pikirnya. Melakukan kegiatan yang membuat kita merasa senang, sehingga dapat membatu mood menjadi naik dan memberi semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari walaupun tubuh sedang mengalami keadaan positif Covid-19.

Dalam menghadapi situasi yang masih tergolong belum baik maka menurut pendapat penulis (pada laman upk.kemkes.go.id, 19 November 2022) “Menjawab kekhawatiran tersebut, pemerintah menyarankan kepada masyarakat untuk tidak panik dan kembali menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Hal ini dikarenakan meski memiliki kemampuan penularan yang cukup cepat, varian omicron terbukti memiliki gejala yang lebih ringan, bahkan untuk beberapa pasien tidak mengalami gejala sama sekali.”

Selain itu, penyembuhan didukung dengan cara menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat yang dimaksud adalah selalu mengubah hal hal kecil yang mungkin belum terpenuhi antara lain, mengonsumsi makanan sehat yaitu seperti makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral.

Contohnya terdiri dari buah buahan, sayuran, susu, dan lain sebagainya, yang didalamnya telah mengandung banyak nutrisi bagi tubuh. Berolahraga secara rutin minimal tiga kali seminggu, minum air secukupnya minimal 1,5liter atau 8 gelas yang harus dipenuhi setiap harinya, berjemur di pagi hari, mengonsumsi suplemen tambahan seperti vitamin C dengan dosis yang sesuai dan mengonsumsi bahan herbal.

Baca juga:  Petaka Over Kapasitas Dunia Pelayaran

Bahan herbal yang dapat dikonsumsi yaitu jamu. Contohnya, temulawak, jahe, kunyit, sirih, beras kencur dan lain-lain. Bahan herbal yang baik untuk dikonsumsi adalah bahan herbal yang telah diperoleh dari hasil turun temurun yang didalamnya mengandung beragam manfaat dan menyehatkan bagi tubuh.

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Menurut saya, tidak semua pihak yang mengininkan adanya pandemi seperti saat ini. Pandemi memberi kerugian pada seluruh masyarakat, karena diharuskan mengurangi interaksi atau terbatas dalam berinteraksi. Fakta dari covid-19 varian XBB ini memiliki tingkat penularan yang sangat cepat, walaupun resiko kematian tidak terlalu besar.

Diharapkan kepada masyarakat terutama yang masih lalai terhadap peraturan yang telah di tetapkan pemerintah, agar masyarakat dapat menyadari bahwa pandemi virus covid-19 masih ada di Indonesia. Generasi muda juga diharapkan bisa ikut berpartisipasi dalam menyuarakan maupun menyelenggarakan program pemerintah yang berkaitan terhadap kesehatan masyarakat.

Adanya tulisan ini mampu membantu masyarakat dalam menunjang kesembuhan melalui cara sederhana yang dapat dilakukan dirumah. Jadi tidak perlu khawatir dalam menghadapi kondisi yang dikatakan cukup rentan terhadap berbagai penyakit yang ada dalam ruang lingkup sehari-hari.

Tetap patuhi protokol sesuai dengan kebijakan, maka untuk kedepannya virus varian XBB ini dapat kita cegah dan lewati. Sehingga mampu membantu memutus rantai penyebaran dan juga memberi dampak positif yaitu membantu mengurangi jumlah pasien positif Covid-19 yang akan memberi kenyamanan pada diri sendiri maupun orang lain. (*)

Miranda Ayu Margaretha, Mahasiswi Farmasi 2022 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

banner auto banner auto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Kirim Info