Sekilas tentang Desa Ombul

Penulis merupakan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Ombul (IMO)

Desa Ombul
Suasana Desa Ombul pada pagi hari. (FOTO: Suharianto/MI)
Oleh: Suharianto*

maduraindepth.com – Ombul merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang Madura, Provinsi Jawa Timur.

Desa Ombul memiliki tujuh dusun, antara lain; di bagian selatan ada Dusun Pandiyan Selatan (Lao’), di utara Dusun Nyaksaghen, di barat Dusun Sabungan Barat (Bere’), di timur Dusun Sabungan Timur (Temor), dan di tengah ada Dusun Ombul, Pandiyen Utara (Dhaja) dan Sabungan Utara (Dhaja). Desa Ombul dari penamaan memiliki makna (filosofis) tersendiri yang terkandung di dalamnya.


Nama Desa Ombul berawal dari huruf O, yang bermakna orientasi, artinya memiliki sikap dalam menentukan arah dan tujuan, serta pandangan yang selalu mendasari pikiran, atau kecenderungan yang selalu memihak terhadap kepentingan masyarakat.

Yang kedua yaitu huruf M yang bermakna masyarakat. M disini artinya kumpulan sejumlah manusia dari berbagai latar belakang (pemuda, santri, mahasiswa, petani, pengusaha, kiai, atau pejabat).

Yang ketiga adalah huruf B yang bermakna Berprinsip, artinya memiliki dasar (dhesar) dalam berpikir maupun bertindak.

Yang terakhir adalah huruf U dan L yang bermakna Unggul. Artinya pandai, baik, cakap, sanggup, kuat atau mudah bertahan dalam melakukan apa pun.

Kesimpulannya secara filosofis mengenai nama Desa Ombul adalah “kumpulan manusia yang memiliki arah dan tujuan untuk tetap memegang prinsip unggul dalam bersaing dan membangun, serta memberikan manfaat pada lingkungan sekitarnya”.

Baca juga:  Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19
Kondisi Masyarakat Desa Ombul.

Melihat kesehatan masyarakatnya terbilang cukup sehat, dibuktikan dengan para petani yang telah menginjak umur lanjut usia (lansia). Namun masih rutin melakukan kegiatan tanam-menanam (bertani) setiap harinya, pemudanya yang juga rutin melakukan aktivitas olahraga.

Kemudian perihal pendidikan di Desa Ombul masih minim. Utamanya terkait pendidikan tinggi, pendidikan yang masih mempertimbangkan faktor ekonomi dan budaya pernikahan dini, menjadikan warga setempat tidak percaya diri menuntut ilmu hingga ke perguruan tinggi.

Faktor lain juga karena kurangnya kerjasama antara anak yang menjalankan pendidikannya dengan orang tua yang bertanggung jawab pada semuanya.

Di samping itu, pertanian di Desa Ombul sangat membantu kehidupan sehari-hari warga setempat. Meski ada sebagian warganya yang merantau untuk mencukupi biaya hidupnya.

Bertani juga pekerjaan yang dipilih oleh masyarakat di Desa Ombul. Hasil pertanian tersebut kemudian dikelola untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Dalam mendukung tanaman agar terus berkembang, masyarakat tidak menggunakan pupuk organik karena pembuatannya relatif sulit. Masyarakat lebih memilih pupuk kimia karena lebih praktis penggunaannya.

Yang terakhir tentang perekonomian. Ekonomi warga Desa Ombul khususnya yang menetap di sana terbilang cukup rendah. Karena perputaran ekonomi khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) pendapatannya musiman, yaitu pada waktu-waktu tertentu, seperti bulan Syawal, Zulhijah, dan Sya’ban serta musim hajatan seperti resepsi pernikahan, pengajian, dan halflatul imtihan di madrasah-madrasah yang ada di sana.

Baca juga:  Selamat Tinggal 2019, Aku Sebut Engkau dengan Tahun Pesakitan

Itulah sekilas tentang Desa Ombul yang diambil dari pengamatan serta menganalisis keadaan sumber daya manusia (SDM) dan kebutuhan sumber daya alam (SDA).

Dari situasi dan kondisi masyarakat dan Desa Ombul di atas, semoga partisipasi