Tak Segera Ditemui, Masyarakat Kepulauan Ancam Kantor Bawaslu Disegel

0
16
Masyarakat kepulauan mendemo Kantor Bawaslu Sumenep dan mengancam akan menyegelnya apabila tidak ditemui.

maduraindepth.com – Kantor Bawaslu Sumenep kembali didemo masyarakat kepulauan. Kali ini aapirasi yang disampaikan tidak lagi menyoal masalah pemilu, melainkan sikap arogansi Bawaslu yang pernah mengajak peserta audiensi berkelahi.

Para massa aksi yang berasal dari kepulauan Masalembu ini meminta agar Bawaslu menemuinya. Berlangsung pukul 10.00 WIB, Bawaslu masih tak kunjung menemui. Cekcok massa aksi bersama aparat kepolisian kian tak terbendung.

“Bawaslu keluar, jangan jadi pengecut. Ayo keluar, kenapa kemarin melakukan sikap arogansi. Padahal kami datang secara baik-baik. Ayo keluar datangi kami kalau berani,” teriak Achamad Supyadi orator aksi, Kamis, (9/5).

Pihaknya mengecam untuk tidak mundur dalam membela keadilan, dan memperjuangkan suara rakyat kepulauan. “Kalau Bawaslu tidak mau keluar, ini berarti Bawaslu tidak bisa apa-apa lagi. Kami tidak akan mundur. Jangan hanya ditantang berkelahi (Carok). Kami akan mengawal kasus ini,” kata dia.

Tidak hanya itu, Supyadi juga meminta aparat penegak hukum untuk bisa menjembatani aspirasinya. “Mulai dari sekarang teman-teman yang dari kepulauan yang terdiskriminasi, ayo lawan penindasan ini, Bawaslu digaji rakyat. Tolong pihak polisi, komunikasikan untuk bawaslu temui kami. Nantang carok bisa, disuruh keluar tidak mau. Kami minta kejelasan ini,” ucapnya.

Bahkan, para massa aksi mengancam akan menyegel kantor Bawaslu apabila tidak segera menemui para pendemo meski hanya perwakilan staff Bawaslu saja. “Lima menit tidak temui kami dan tidak ada kejelasan, kantor Bawaslu akan kami segel,” teriak orator lain, Abdurrahman.

Sementara itu, Wakil Kapolres (Waka) Sumenep, Sutarno, tidak bisa memberikan penjelasan mengapa pihak Bawaslu enggan untuk menemui para massa, dengan alasan menghadiri pleno rekapitulisa pemilu.

“Kalau ketua Bawaslu bersama seluruh divisi saat ini tidak ada, semuanya menghadiri rapat pleno di surabaya,” terangnya.

Namun Abdurrahman membantah bahwa aparat kepolisian diduga akan mendiskriminasi para massa. Sebab aparat terkesan melindungi Bawaslu.

“Jangan didiskriminasi kami pak polisi. Saya tahu, rapat pleno masih digelar besok bukan sekarang,” tegasnya dengan nada keras.

Sampai berita ini dierterbitkan, para massa masih tetap mendemo kantor Bawaslu dengan komitmen akan menyegel kantor tersebut. (MR/NR)