Soal Rumdin Guru di Sampang yang Akan Dibongkar Pemerintah, Penghuni Rugi Puluhan Juta

Rumdin Sampang
Beberapa pengendara motor saat melewati Rumdin Guru di sebelah barat pasar Margalela, Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan, Sampang. (FOTO: RIF/MI)

maduraindepth.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang berencana akan menertibkan dan membongkar sejumlah rumah dinas (Rumdin) guru atau kepala sekolah di Kecamatan Sampang Kota. Pembongkaran dilakukan untuk dijadikan sebagai kawasan ekonomi oleh pemerintah.

Langkah yang diambil pemerintah tersebut rupanya merugikan puluhan guru yang menempati rumdin tersebut. Bahkan kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah.


Kerugian itu disebabkan lantaran adanya biaya ganti rugi yang dilakukan oleh penghuni lama kepada penghuni baru. Transaksi itu untuk melakukan pergantian penghuni.

Seperti yang dialami oleh salah satu penghuni rumdin di Jalan Syamsul Arifin inisial AS. Dia mengaku dipungut biaya ganti rugi sebesar Rp 45 juta oleh penghuni lama.

“Ya Allah, aku bayar itu Rp 45 juta, hilang ya,” keluhnya beberapa waktu lalu saat mengetahui rumdin yang ditempatinya akan dikosongkan dan dilakukan pembongkaran oleh Pemkab Sampang sebagai kawasan pengembangan ekonomi di Tahun 2021 mendatang.

AS yang merupakan guru honorer tersebut mengakui bahwa dirinya masih satu tahun menempati rumdin milik Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang tersebut. Bahkan ia juga mengaku akibat membayar biaya ganti rugi rumdin yang ditempatinya masih memiliki sisa hutang kepada orang tuanya.

“Itu masih belum lunas, saya masih punya hutang. Dulu bayar lunas ke orang yang menempati rumah sebelumnya, hutang saya masih Rp 15 juta ke ibu saya,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh inisial NA. Dia mengaku membayar ganti rugi sebesar Rp 10 juta terkait rumdin yang ditempatinya. “Kalau nggak salah Rp 10 juta,” katanya.

Berita Terkait:

Disdik Sampang Sebut Transaksi Bawah Tangan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sampang Noer Alam saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya biaya ganti rugi tersebut. Menurutnya, jika itu terjadi maka hal itu merupakan transaksi dibawah tangan.