Soal Penertiban Rumdin di Sampang, Paguyuban Minta Audensi ke DPRD, Guru: Kemana Kami Akan Tinggal

Rumdin Guru Sampang
Surat permohonan audensi yang dikirim Paguyuban Warga Perumahan Guru Jalan Syamsul Arifin kepada DPRD. (FOTO: RIF/MI)

maduraindepth.com – Paguyuban warga perumahan guru melayangkan surat permohonan audensi. Surat yang ditujukan kepada DPRD Sampang guna membahas tentang pengosongan rumah dinas (Rumdin) guru atau kepala sekolah (Kasek) yang dilakukan oleh pemerintah.

Dalam surat tersebut, paguyuban rumah guru yang merupakan penghuni rumdin di Jalan Syamsul Arifin, meminta legislatif menghadirkan kepala dinas pendidikan (Kadisdik) dan kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sampang.


Salah satu anggota paguyuban inisial S mengatakan, keputusan pemerintah kabupaten (Pemkab) Sampang dalam penertiban pengosongan rumdin yang ditempatinya itu sangat mendadak. Pasalnya, tidak ada sosialisasi kepada pihaknya, baik dari Disdik maupun BPKAD.

“Dengan waktu yang sangat singkat ini kami belum mendapat gambaran kemana kami akan tinggal selanjutnya,” ujar guru yang mengabdi di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut, Ahad (6/12).

Dengan berkirim surat permohonan audensi ke DPRD Sampang, pihaknya menaruh harapan supaya Pemkab bisa mengkaji ulang keputusan pengosongan rumdin tersebut. “Kalaupun tetap akan dilaksanakan, setidaknya ada kebijakan,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan inisial R. Dia mengatakan, para guru yang menempati rumdin tersebut menyadari, jika tempat tinggal yang ditempatinya tersebut merupakan aset milik pemerintah.

Namun demikian, dia meminta pemerintah agar mengkaji ulang tentang keputusannya tersebut. Dia berharap pemerintah bisa meringankan beban para guru saat keluar dari rumdin tersebut.

Baca juga:  Raperda Penyandang Disabilitas di Sampang Disahkan, Penetapannya di Propemperda 2022

“Kami berharap keputusan itu dapat dikaji ulang, atau ada kebijakan lainnya yang lebih baik untuk meringankan beban kami saat keluar dari tempat ini,” ujarnya.

Dia mengaku kaget saat mendengar tentang pengosongan rumdin. Menurutnya pemerintah terlalu mendadak mengeluarkan keputusan. Apalagi keputusannya mutlak dari bupati Sampang.

“Bupati Sampang itu orang baik dan bijaksana, beliau juga sempat menjalani perjuangan dan tahu rasanya hidup susah, jadi saya tidak yakin bapak bupati akan setega ini,” tandasnya.

Ketua DPRD Sampang : Keluhan Mereka Kami Tampung
DPRD Sampang
Ketua DPRD Sampang Fadol. (FOTO: Shutterstock MI)

Sementara itu, ketua DPRD Sampang Fadol membenarkan perihal surat permohonan audensi yang dikirim oleh paguyuban warga perumahan guru Jalan Syamsul