Pelantikan Anggota DPRD Sumenep Diwarnai Unjuk Rasa

0
62
Anggota dewan dilantik, rakyat mendemo. (MR/MI)

maduraindepth.com – Pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep diwarnai unjuk rasa sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Aksi demonstrasi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Untuk kelancaran acara, aksi demonstrasi tersebut terpaksa di gelar di sisi timur Taman Bunga, tepat di depan Mall Pelayanan Publik (MPP). Namun, selain melakukan demonstrasi, para demonstran sempat mengucaokan selamat kepada anggota dewan yang dilantik. .

Afif Mawardi selaku koordinator aksi menjelaskan, demonstrasi tersebut didasari anggapan bahwa selama ini para anggota DPRD Sumemep hanya sibuk memperkaya diri.

“Selama lima tahun menjabat sebagai wakil rakyat dan terpilih lagi sebagai legislatif, belum satupun anggota dewan mampu memberikan perubahan fundamental secara signifikan ditengah-tengah persoalan masyarakat Sumenep,” teriak Afif, selaku korlap aksi, Rabu (21/8).

Lebih lanjut, Afif menambahkan kinerja DPRD Sumenep sebagai wakil rakyat dan mempunyai fungsi kontrol terhadap birokrasi masih dinilai nihil. “Kinerja legislatif Sumenep nol kecil untuk kepentingan masyarakat, sedangkan DPRD adalah repsentatif dari rakyat, artinya anggota DPRD selama ini hanya mengedepankan kepentingan individu, atau koleganya,” ujarnya.

Selain itu, sambung Afif, jika Anggota DPRD Sumenep benar-benar adalah wakil rakyat, seharusnya lebih mengutamakan kepentingan masyarakat umum, lebih-lebih warga kurang mampu. “Jika programnya belum pro rakyat kecil di Sumenep, maka jelas DPRD Sumenep hanya legalitas formal, dan untuk mengais kekuasaan semata dibawah jeritan rakat miskin,” tegasnya.

Bahkan kata Afif, selama ini seringkali persoalan masyarakat saat dibawa ke Gedung DPRD Sumenep, selalu bertemu dengan jalan buntu dan belum menghasilkan solusi terbaik, seperti persoalan pasar yang semakin menyengsarakan rakyat dan pedagang, area parkir belangganan, pengentasan kemiskinan dan lain lain.

“Kami dari GMNI Sumenep terus melakukan perlawan terhadap rezim yang anti rakyat, kemudian setiap kebijakan publik yang bertentangan dengan rakyat kami juga lawan,” pungkasnya. (MR/AJ)