MTMA Bangkalan Kenalkan Obyek Wisata di Layar Kaca Trans TV

Tayangan My Trip My Adventure (MTMA) turut memicu adrenalin kaum muda. Jiwa berpetualang dan bereksplorasi mereka bangkit seketika.

MTMA Bangkalan
Anggota MTMA Bangkalan terlibat dalam proses shooting MTMA di air terjun Baturaja, Desa Manetan, Kecamatan Galis, Bangkalan, Madura. (Foto: IST/MI)

maduraindepth.com – My Trip My Adventure (MTMA) adalah kemasan acara di layar televisi swasta Trans TV. Acara bergenre dokumenter wisata ini tayang sejak September 2013. MTMA menggambarkan petualangan dan eksplorasi keindahan alam Indonesia. Acara berdurasi 90 menit (termasuk iklan) dan tayang setiap Sabtu dan Minggu tersebut selalu dipandu oleh dua pembawa acara.

Keindahan serta eksotika alam yang berpadu dengan keanekaragaman budaya setempat menjadi keunggulan MTMA. Hampir tahun lebih memanjakan mata pemirsa Trans TV, jelas tergambar betapa indahnya Indonesia yang merupakan negeri kepulauan. Lewat MTMA pula, suatu daerah dikenal lewat sektor pariwisata.


Derasnya air terjun yang jatuh dari ketinggian, jernihnya air yang terlihat di permukaan pantai, pemandangan menakjubkan di dalam gua, serta gugusan perbukitan yang mengundang kekaguman adalah deretan pemandangan yang kerap terlihat dalam bingkai acara MTMA. Tentu saja masih banyak pemandangan lain dari berbagai penjuru daerah yang turut memperindah bumi Indonesia.

Semua keindahan alami itulah yang kemudian memancing keingintahuan orang untuk datang dan melihat langsung. Inilah Indonesia. Negeri kepulauan yang menyimpan sejuta potensi wisata. Negeri yang seolah tiada batas untuk dijelajahi. Lewat MTMA pula, obyek wisata yang semula hanya terdengar di telinga bisa dilihat lewat layar kaca.

Lalu bagaimana tayangan MTMA bisa konsisten hingga kini? Selain perbaikan dari segi konsep maupun tayangan, upaya penyegaran juga dilakukan dengan mengganti pembawa acara secara periodik. Tak cukup sampai disini. Ada faktor pendukung lain yang turut memberi kontribusi besar terhadap kelangsungan acara ini.

Berawal dari Touring

Seiring pariwisata Indonesia yang terus menggeliat, kini lahir wadah yang turut andil memperkenalkan salah satu sektor penyumbang pendapatan besar bagi negara. Ada sekumpulan anak muda yang rela mengerahkan tenaga dan fikiran untuk menyinggahi obyek wisata ataupun mengeksplor suatu wilayah yang berpotensi menjadi obyek wisata baru.

Wadah tersebut juga bernama My Trip My Adventure. Hanya saja harus ditambahkan nama kota/kabupaten di belakangnya. Salah satunya lahir di Bangkalan, dengan nama My Trip My Adventure Bangkalan (MTMA Bangkalan). Wadah yang diketuai Hairul Rosikin (27) didirikan pada 28 Juni 2015, kini beranggotakan 24 orang. Sekretariat MTMA Bangkalan berada di Jalan Pemuda Kaffa No.107, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Baca juga:  Mie Hulala di Pamekasan yang Lagi Booming, Cobain Yuk

“Berawal dari hobi touring sepeda motor menyusuri sudut-sudut wilayah Bangkalan. Namun tak terfikir untuk singgah sambil menikmati suasana alamnya. Barulah setelah melihat acara MTMA terfikir mendokumentasikan, selanjutnya memberanikan diri mendirikan MTMA Bangkalan meski awalnya hanya beranggotakan empat orang,” kenang Hairul kepada maduraindepth.com.

Tayangan MTMA rupanya memantik jiwa petualangan Hairul dan ketiga rekannya. Selain menyalurkan hobi lewat touring, mereka juga mengemban misi mencari dan mengenalkan potensi wisata yang ada di Bangkalan. Penentuan lokasi touring pun lebih selektif. Tak hanya sekedar menggeber sepeda motor melewati berbagai medan serta tantangan. Touring mereka sebisa mungkin harus melewati obyek wisata yang ada di sepanjang rute perjalanan.

Sertifikat dari MTMA Pusat

MTMA Bangkalan
Sertifikat pengakuan keanggotaan MTMA Bangkalan yang dikeluarkan MTMA Pusat lewat acara ghathering nasional di Malang. (Foto: IST/MI)

Sejumlah video obyek wisata di Bangkalan yang disebarkan lewat media sosial (facebook, youtube, dan instagram) perlahan membuat nama MTMA Bangkalan terangkat. Kerja awal yang langsung menuai respon positif dari MTMA Surabaya serta MTMA Sidoarjo, yang mengajak untuk bergabung dalam wadah MTMA Regional (Jawa Timur).

Tawaran yang kemudian disambut antusias MTMA Bangkalan. Tawaran yang jadi pintu pembuka sekaligus peluang untuk mengangkat pariwisata Bangkalan lewat tayangan MTMA. Legitimasi keberadaan wadah MTMA tingkat kabupaten/kota akan diakui oleh MTMA Pusat (Trans TV) apabila telah tergabung di MTMA Regional (Jawa Timur), yang merupakan kepanjangan tangan dari MTMA Pusat (Trans TV).

Bentuk pengakuan dari MTMA Pusat (Trans TV) kepada MTMA Bangkalan ditandai lewat pemberian sertifikat tertanggal 30 Agustus 2015 dalam acara gathering nasional (gathnas) di Malang. Wadah MTMA kota/kabupaten lain se-Indonesia yang hadir di acara tersebut juga turut mendapat pengakuan serupa dari MTMA Pusat. Interaksi yang dibangun lewat MTMA Regional terjalin tiap tiga bulan sekali dalam acara fun camp. Sedang dengan MTMA se-Indonesia teragenda setiap tahun sekali lewat acara family trip dan gathnas.

Baca juga:  Kisah Roip : Berjuang Menghafal Al-Qur'an di Tengah Keterbatasan Fisik

“Dari dua acara ini kami dapat saling bertukar fikiran bagaimana turut membangun sektor pariwisata di wilayah masing-masing. Tak hanya berhubungan dengan obyek wisata, tapi menyangkut hal yang lebih luas lagi. Membangun kesadaran masyarakat agar turut menjaga obyek wisata adalah salah satunya,” ungkap Hairul.

Dua kali Tayang di MTMA Trans TV

MTMA Bangkalan
Anggota MTMA Bangkalan menyaksikan proses shooting MTMA di Bukit Pelalangan, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Madura. (Foto: IST/MI)

Kemajuan teknologi informasi turut mendukung MTMA Bangkalan untuk memperkenalkan sejumlah obyek wisata yang ada. Video dokumentasi dibagikan lewat instagram ke MTMA Regional dan MTMA Pusat. Sambil menunggu datangnya respon dari MTMA Pusat (Trans TV), MTMA Bangkalan akan terus berkeliling melihat kondisi obyek wisata lama serta mencari obyek wisata baru.

Manakala ada konfirmasi kalau video dokumentasi tersebut akan ditayangkan di layar kaca, MTMA Pusat akan menghubungi MTMA Regional, lalu diteruskan ke MTMA Bangkalan untuk mengetahui segala hal tentang obyek wisata yang akan diliput. Produser MTMA Pusat akan turun langsung untuk survei lokasi, sekaligus menyusun konsep liputan. Kemudian barulah dilakukan proses shooting.

Anggota MTMA Bangkalan tak lupa dilibatkan selama proses pengambilan gambar. Peran mereka bergantung sepenuhnya pada kemasan liputan dari konsep yang telah disusun. Bisa sebagai pendamping pembawa acara, terlibat dalam segmen permainan, dan sebagainya. Pendek kata sesuai dengan kebutuhan dalam proses shooting.

Kerja keras MTMA Bangkalan nyatanya tak sia-sia. Tercatat tiga obyek wisata di Bangkalan terlihat di dua tayangan MTMA. Pertama tahun 2015, yang mengekspos keindahan Bukit Kapur Pelalangan di Kecamatan Arosbaya. Obyek wisata ini terbentuk dari batu kapur yang dijadikan mata pencaharian oleh para penambang. Sisa pahatan menjadikan bukit kapur ini berwarna merah merona, hingga memancing pecinta fotografi untuk datang dan mengabadikannya.

Kedua tahun 2017, yang menampilkan keindahan danau Bukit Jaddih (Kecamatan Socah) serta air terjun Batu Raja (Kecamatan Galis). Obyek wisata Bukit Jaddih juga terbentuk dari pahatan, yang di tengahnya terdapat danau kecil dengan air berwarna hijau kebiruan. Pengunjung tak diperbolehkan berenang, namun disediakan perahu apabila ingin mengelilingi danau. Sedang di air terjun Baturaja, pengunjung bisa mandi dan bermain-main dengan air yang jatuh dan mengaliri batu besar.

Baca juga:  Fattah Jasin Mantapkan Niat Maju Pilkada Sumenep 2020

Mencari Obyek Wisata Baru

MTMA Bangkalan
MTMA Bangkalan juga aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satunya bakti sosial bersih bersih pantai di kaki Jembatan Suramadu. (Foto: IST/MI)

Sejauh ini, peran MTMA Bangkalan untuk memperkenalkan obyek wisata masih berfokus ke alam. Tentu saja petualangan dan eksplorasi yang dilakukan mengarah ke tempat-tempat alamiah. Membenahi serta merawat alam untuk dijadikan obyek wisata adalah upaya yang dilakukan secara berkesinambungan, dan tak jarang melibatkan sejumlah pihak.

“Oleh karena anggota MTMA Bangkalan berasal dari sejumlah kecamatan, saya mengharap masing-masing mampu bereksplorasi untuk menemukan obyek wisata baru. Inilah tantangan bagi kami agar wisata alam di Bangkalan lebih variatif. Jika tantangan itu jadi kenyataan, bukan tak mungkin tim MTMA Trans TV kembali tertarik,” harapnya.

Tempat-tempat yang nantinya ditemukan dan berpotensi dijadikan obyek wisata baru hendaklah masih terlihat alami, bisa dijangkau dengan kendaraan, serta sebisa mungkin letaknya tak jauh dari jalan raya. Bagi anggota yang menemukan harus mendokumentasikan lewat rekaman video dan disebarluaskan ke anggota lainnya lewat grup WhatsApp.

Langkah berikutnya melakukan survei untuk melihat langsung kondisi tempat tersebut. Tak lupa pula melibatkan warga setempat sebagai narasumber sekaligus penunjuk jalan. Dari narasumber banyak cerita atau informasi yang bisa digali, hingga bagaimana warga sekitar memperlakukan tempat tersebut. Mengabadikan dari tiap sudut, mengolah menjadi video dokumentasi, serta mempublikasikan lewat media sosial yang kemudian menjadi tugas Hairul dan kawan-kawan.

“Menemukan obyek wisata baru memang tantangan. Namun kami juga tak lupa mendatangi obyek wisata yang lebih dulu populer dikunjungi untuk melihat langsung kondisi terkini. Jika terdapat hal-hal yang kurang enak dilihat, kami akan melakukan pendekatan kepada pihak pengelola, juga dalam bentuk sosialisasi untuk sama-sama menjaga dan merawat obyek wisata,” ujarnya.

MTMA Bangkalan memilih untuk menjalankan peran secara independen. Tidak bermitra dengan lembaga atau instansi manapun. Wadah ini aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Video dokumentasi yang dibuat dan disebarluaskan lewat media sosial adalah bentuk sumbangsih secara tak langsung pada Pemerintah Daerah Kabupaten Bangkalan yang tengah giat membangun sektor pariwisata. (AH/MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here