maduraindepth.com – Komunitas Perupa Sampang (KPS) kembali menggelar Gelar Karya Seni Rupa bertajuk “Titik Balik Tujuh: Waspada” yang berlangsung pada 27–30 Desember 2025 di Perpusda Sampang, Jalan Merapi. Pameran ini menjadi ruang refleksi tujuh tahun perjalanan KPS sekaligus ajakan untuk lebih kritis menyikapi perkembangan teknologi yang kian masif.
Ketua KPS, Chairil Alwan, mengatakan tema titik balik dipilih sebagai momen evaluasi dan perenungan atas konsistensi komunitas dalam merawat seni rupa lokal. Sementara waspada dimaknai sebagai kesadaran seniman terhadap perubahan zaman, khususnya derasnya arus digital yang berpengaruh pada pola berkesenian dan budaya masyarakat.
“Waspada bukan berarti menolak teknologi, tetapi bagaimana kita bersiap dan tetap menjaga nilai proses dalam berkesenian. Ini penting, terutama bagi generasi muda,” ujar Chairil, Sabtu (27/12/2025).
Menurutnya, budaya instan yang lahir dari kemajuan teknologi berpotensi menggerus proses kreatif dan nilai tradisi. Melalui pameran ini, KPS ingin menegaskan kembali pentingnya proses, ketekunan, dan keberlanjutan dalam seni rupa.
Pameran ini melibatkan sekitar 15 perupa, di antaranya Alwan, Hardi, Abd Hamid, Satuman, Boedi, Rony, Apek, Bang Joe, Hermansyah, Santri Krajuk, Nanang, Dul Kreatif, Ghina, Indah, dan Wida. Puluhan karya seni rupa ditampilkan sebagai ekspresi kegelisahan, kritik sosial, sekaligus harapan para seniman terhadap masa depan seni rupa Madura.
Selain pameran karya, kegiatan ini juga diramaikan dengan live music sebagai upaya memperluas dialog lintas disiplin seni dan menarik minat publik, khususnya generasi muda.
Pemilihan Perpusda Sampang sebagai lokasi pameran dinilai strategis karena telah lama menjadi mitra KPS. Ruang ini diharapkan mampu mempertemukan literasi tulis dan literasi visual dalam satu ekosistem edukatif.
Melalui kegiatan ini, KPS berharap Sampang dapat berkembang menjadi salah satu barometer baru seni rupa di Indonesia, sekaligus memperkuat ekosistem apresiasi seni di tingkat lokal. Pameran ini didukung berbagai pihak dan menggandeng Madura Indepth sebagai media partner.(Poer/MH)














