Gua Soekarno: Destinasi Wisata Baru Siap Manjakan Mata

0
398
Goa Soekarno di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan.

maduraindepth.com – Setiap tahun jelang idul fitri, masyarakat ujung timur pulau Madura biasanya sering menghabiskan masa liburan ke beberapa tempat wisata atau destinasi seperti pantai, bukit, maupun panorama lainnya hingga menjadi tradisi.

Tentu kebiasaan itu acap kali membuat ramai beberapa destinasi wisata apalagi pantai, pastinya ramai ribuan manusia. Namun, saat ini kerisauan pantai dan bukit itu sendiri hampir punah.

Apabila laut dan bukit tidak hanya dijadikan tempat wisata saja, melainkan salah satu goa juga menjadi tempat pariwisata pilihan liburan para pencinta panorama.

Jadi, masih bingung liburan wisatanya jelang idul fitri atau lebaran ketupat mau kemana? Gua Soekarno jawabannya. Wisata baru yang siap menarik banyak para plancong ini, bahkan turis manca negara dijamin akan singgah.

Wisatawan mancanegara (Wisman) sendiri telah banyak datang ke Kota berjuluk Kuda Terbang ini, selain menikmati keindahan keraton beserta budaya yang hampir mirip adat ke-jawaan, pulau Garam adalah ciri khas Pulau berkulit sawo matang itu.

Buktinya, selain destinasi wisata yang menjadi sektor bertambahnya peningkatan perekonomian masyarakat, sektor lain seperti wirausaha muda terus dibangun.

Terletak di Dusun Benteng Utara, Desa Panongan, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, destinasi wisata Goa Soekarno berada.

Nama Gua Soekarno yang di ambil dari presiden pertama negara Republik Indonesia ini lahir dari perjalanan seorang musafir yang sering singgah di Goa tersebut.

“Jadi gua ini sebelumnya dijadikan rumah oleh para musafir, salah satunya kiyai Sukardi, karena Goa sendiri memang tidak terawat lagi. Didalam goa memang ada banyak poster-poster Soekarno, jadi para musafir ini adalah pengagum Soerkarno. Oleh karena itu kami namakan Gua ini Soekarno,” ungkap Anwar, pengelola wisata Gua Soekarno pada maduraindepth saat dihubungi melalui via telfon, Minggu (9/6).

Tak tanggung-tanggung, untuk memanjakan mata para pengunjung, fasilitas gua sendiri berhias pernak-pernik lampu di segala penjuru dengan banyak warna memukau.

“Kita tidak mengubah bentuk gua, hanya memperbaiki lantainya saja, kita hanya menambah kolam yang ada di dekat jurang. Karena stalaktit guanya saja sudah cantik. Kita juga bikin cafe, agar serapan tenaga kerja disini berfungsi,” terang Anwar.

Dirinya optimis, di Soft Opening yang telah dilakukannya sejak hari Sabtu (7/6) kemarin itu, masyarakat bisa menerima bahwa adanya wisata itu sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi.

“Di Gua Soekarno ini kita menciptakan suasana yang tenang, persiapan idul adha ini. Jadi ini masih Soft Opening, karena masih banyak sesuatu yang harus kita benahi dibagikan fasilitasnya,” ujarnya.

Luas Goa sendiri, kata Anwar, belum bisa dijangkau berapa jauh kedalamannya, namun tanah yang dikelolanya saat ini mencapai lima ribu hektar. “Tanah yang kita kelola sekitar lima ribuan,” sambungnya.

Diabmeyakini bahwa mindset masyarakat tentang pariwisata harus terus ditumbuhkan, agar keindahan eksotis alam terus dapat dilestarikan dan dijaga.

“Majunya pariwisata itu lahir dari mindset masyarakat. Jadi kalau yang mengelola itu benar pasti bisa terjaga,” katanya.

Sementara, untuk masuk ke destinasi tersebut, para pengunjung hanya bisa membayar uang karcis keamanan kendaraan saja.

“Karcis masuk untuk saat ini kita patok lima belas ribu rupiah saja, sudah bisa masuk ke destinasi ini,” tuturnya.

Kedepan, berbagai fitur wahana wisata juga siap dibangun, sepeti Flying fox, dan wahana adrenalin mendatang lainnya.

Saat ini, wisata Gua Soekarno baru itu telah menunggu para pecinta wisata atau yang suka traveling untuk berkunjung, jadi tuggu apa lagi. (MR/NR)