Nasi Pocong Hanya Bisa Ditemukan di Sumenep Madura

0
216
Nasi Pocong
Ibu Basta saat melayani konsumen membeli nasi pocong di warungnya. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Nasi Pocong. Kuliner misterius ini hanya bisa ditemukan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dari namanya saja, jenis kuliner yang satu ini ternyata menantang masyarakat untuk mengtahui seberapa enaknya makanan tersebut.

Namun siapa sangka, nama jenis kuliner tersebut memang memiliki cerita mistis. Kuliner nasi pocong yang berada tepat di Dusun Garantong, Desa Batang-Batang Daja, Kecamatan Batang-Batang, sudah sejak lama beroperasi. Bahkan, akses menuju tempatnya kurang lebih 25 kilometer ke Utara dari Kota Sumenep

Pemilik alias perintis kuliner nasi pocong merupakan warga setempat bernama Basta. Perempuan sekitar 60 tahun itu mengatakan, nasi dagangannya kini sudah berjalan kurang lebih 19 tahun. Meski dulu, namanya tak se-ngehits saat ini, kala itu, masyarakat menyebutnya ‘Nasi Ibu Basta’.

“Sudah lama, saya sudah punya cucu dua. Dulu waktu pertama merintis, saya masih belum punya cucu,” kata Basta, Sabtu (4/1) kemarin, pada maduraundepth.com

Uniknya, perempuan paruh baya tersebut malah kaget usai terkenal dengan nama tren nasi pocong. Bukan tanpa alasan nama kuliner ini muncul, sebab dulu sempat dikabarkan salah seorang pemebelinya yang pernah diganggu hantu pocong.

“Tapi itu dulu, saya belum bisa memastikan apakah mereka benar-benar ketemu dengan hantu pocong atau tidak,” ungkap dia sambil tertawa lepas.

Sebelum dibangun jalan baru, kata dia, dulu akses menuju ke warungnya adalah jalan setapak kecil yang dikelilingi banyak kuburan. Disisi lain, kuliner nasi pocong hanya buka dua kali dalam seminggu, yakni malam Rabu dan malam Minggu. Dimulai sejak pukul 16:00 WIB sampai pukul 23.59 WIB malam.

Selain harga yang tidak menguras isi dompet, para pembeli cukup membayar Rp 5 ribu per bungkus. Selain harganya terjangkau, nasi sendiri dibungkus, dan bisa dinikmati di tempat.

Tidak hanya laris, soal rasa jangan ditanyakan. Selain sederhana, kuliner nasi pocong ini sering dipesan dengan jumlah banyak oleh pembeli dari luar.

Meski dilihat hanya untuk makanan jenis keluarga. Tak menutup kemungkinan habis terjual, tergantung situasi.

“Semula nasi dagangan Basta ini disebut ‘Nasi Basta’ atau nasi Ibu Basta. Nama itu dipopulerkan karena nasi hanya bermenu menggunakan kecambah, ampas kelapa, kacang bacang, dan bayam. Menu tambahan ada telur dadar dan gorengan,” ucap dia.

Terpisah, dikonfirmasi ke Kepala Desa (Kades) Batang-Batang Daja, Siti Naisa, sangat mengapresiasi kuliner unik yang digagas oleh warganya tersebut. “Kuliner nasi pocong sebenarnya sudah ada sejak lama. Hanya belakangan publik sebagian ada yang baru menjangkau,” urainya, saat disambangi maduraindepth.com.

Siti Naisa, juga sedikit memaparkan, apabila perjalanan asal muasal istilah nama mistis nasi pocong itu bisa menyandang ke sebuah kuliner makanan. Baginya, kuliner nasi pocong tersebut memang dirintis oleh Ibu Basta.

“Jam buka warung sendiri mulai sore sampai malam. Diubah hanya dua kali dalam seminggu, itu mengikuti hari pasaran di Pasar Batang-Batang, hari Selasa dan Sabtu,” tandasnya. (MR/MH)