DPRD Dukung Upaya Pemasangan Label PKH di Rumah Penerima Manfaat

0
211
Ketua komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan. (Foto: RUK/MI)

maduraindpeth.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan mendukung akan dipasangnya label khusus di rumah penerima bantuan sosial dari Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2020 mendatang.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Muhammad Sahur, mengatakan bahwa adanya upaya pemasangan label di rumah penerima PKH akan dapat diketahui banyak orang kalau warga tersebut memang benar-benar tidak mampu.

“Dengan akan dilaksankannya penempelan label terhadap rumah penerima bantuan PKH, maka akan menjadi jawaban dari tudingan masyarakat yang menyatakan bahwa bantuan tersebut tidak tepat sasaran,” ungkapnya, Jum’at (6/12/2019).

Lebih lanjut, dia menjelakan, bahwa pemerintah pusat sangat peka dengan apa yang terjadi di bawah. Sehingga dengan adanya labelisasi bisa menghilangkan prasangka buruk seperti kecemburuan sosial.

“Dengan begitu kalau masih ada masyarakat masuk kategori mampu dari segi ekonominya dan masih terdaftar sebagai penerima bantuan tersebut, kami rasa akan malu dengan sendirinya. Karena tulisan di label tersebut jelas bahwa yang punya rumah itu adalah miskin,” imbuhnya.

Pada dasarnya, pihaknya sangat mendukung terhadap sistem perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Utamanya transparansi penyaluran bantuan. “Kami berharap hal seperti ini bisa terealisasi di program-program bantuan sosial lainnya,” sambungnya.

Sebelumnya, koordinator PKH Pamekasan, Lukman Hakim mengatakan, tahun 2020 akan dilaksanakan penempelan label bagi KPM PKH secara masif. Sehingga nantinya yang menjadi tujuan Kemeneterian Sosial (Kemensos) pusat untuk melakukan upaya percepatan dalam pengentasan kemiskinan bisa tercapai.

“Pemasangan label itu dalam perencanaan, insya Allah selambat-lambatnya tahun 2020,” kata Lukman Hakim, Jumat (29/11) lalu.

Dia menjelaskan terkait temua-temuan hasil survei di lapangan mengenai program PKH khususnya di Kabupaten Pamekasan. Di mana masih banyak penerima bantuan PKH yang masuk kategori mampu.

“Dengan begitu kami menyimpulkan, bahwa belum 100 persen program PKH tepat sasaran. Dengan upaya akan menempelkan label khusus terhadap rumah penerima bantuan PKH semoga bisa menjadi jalan keluarnya,” paparnya. (RUK/MH)