Bupati Sumenep Serahkan Bantuan Hibah Pada Masyarakat

Dana Hibah Sumenep
Bupati Sumenep, Busyro Karim saat menyerahkan bantuan dana hibah kepada organisasi masyarakat. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Pengarahan dan Penyerahan Bantuan Hibah Keuangan Kepada Organisasi Masyarakat Profesi Pondok Pesantren, Masjid dan Musala Kabupaten Sumenep tahun anggaran 2019 di laksanakan di Aula Dinas Sosial. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB pagi itu dihadiri seluruh pengasuh pondok pesantren, musholla, mesjid, dan organisasi masyarakat di Sumenep.

“Sebanyak 127 tahap pertama ini yang akan diserahkan 105 dengan nilai 1 miliar 378 juta, sedangkan total 127 itu 2 miliar 370 juta,” ungkap Saiful Bahri, Plt. Kepala Dinas (Kadis) Sosial, pada awal media, Jumat (4/10).

Selain itu, Saiful, menjelaskan, mungkin masih ada masyarakat yang belum menerima dana bantuan hibah tersebut diakibatkan belum dilakukan penandatangan.

“22 nya yang pertama dari beberapa Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang belum ditandatangani, terutama dari pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota dewan yang sudah menjabat lagi, mungkin masih ada tarik ulur,” tuturnya.

Namun, pihaknya mengatakan apabila masyarakat yang tidak hadir dalam acara pembagian dana hibah tersebut, akan tetap diserahkan.

“Untuk yang tahun ini, pondok pesantren ada, musholla ada, mesjid ada. Kalau ada yang tidak ada hadir hari ini tetap kita serahkan, karena kan pengambilannya ada di bank,” katanya.

Pihaknya berharap, anggaran bantuan dana hibah sekitar 2 miliar lebih ini agar bisa digunakan pada semestinya.

“Harapannya jangan dilihat dari seberapa yang didapatkan, sebab kalau dilihat satu persatu memang kecil. Namun kegunaannya yang diutamakan, karena anggaran 2 miliar 770 juta se Kabupaten Sumenep itu sangat besar,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Busyro Karim, dalam sambutannya membuka bantuan dan hibah tersebut menjelaskan jika saat ini telah sampai pada era keterbukaan.

Akan hal itu, segala transparansi anggaran selayaknya masyarakat luas sudah mengetahuinya.

“Hari ini era keterbukaan, jadi ini bagian perhatian kami Pemerintah Sumenep dengan adanya bantuan hibah keuangan demi kemakmuran mesjid, pesantren, dan musholla,” paparnya.

Bupati Sumenep berpesan, agar menjaga keutuhan umat muslim, selain mendapatkan bantuan dana hibah, pihaknya menerangkan padam radikalisme di seluruh pelosok Desa.

“Ada penelitian tentang faham radikalisme, tolong ini di jaga, karena faham seperti pada dasarnya siapapun bisa membaca dan mengakses,” terangnya.

Selain itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini menuturkan jika nilai kecil dari dana bantuan hibah tersebut jangan dilihat nominalnya, melainkan hasilnya.

“Maksimalkan hibah yang sedikit ini, karena yang sedikit ini tentu yang paling membantu bagi semua masyarakat,” tambahnya.

Dijelaskan, Rasadi, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial, bahwa nominal yang didapatkan oleh penerima bantuan hibah di ukur dari seberapa parah kerusakan bangunan itu sendiri.

“Ada 105. Kalau musholla ada yang 5 juta sampai 110. Mesjid ada 25 sampai 30. Pondok pesantren 25 sampai 35. Perbedaan ini tergantung dari kerusakan bangunan, kita sudah lakukan survei serta verifikasi,” jelasnya. (MR/AJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Kirim Info