Angka Stunting Turun 18,2 Persen, Bupati Sumenep Didaulat Jadi Narasumber

0
24
Bupati Sumenep Stunting
Bupati Sumenep saat menjadi narasumber Rakornis Percepatan Pencegahan Stunting di Hotel Grand Sahid Jakarta. (Foto: Istimewa)

maduraindepth.com – Bupati Sumenep, Busyro Karim memaparkan pentingnya pencegahan stunting. Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber di acara Rapat Kordinasi Teknis (Rakornis) Percepatan Pencegahan Stunting di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (2/7/2019) kemarin.

Menurut Busyro, di kota tempat dirinya memimpin saat ini, stunting adalah permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama.

“Pada umumnya stunting disebabkan karena asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh kita,” jelasnya.

Busyro menyampaikan, angka stunting di kabupaten Sumenep sejak tahun 2013 hingga 2018 mengalami penurunan sebesar 18,2 persen.

“Berdasarkan data prevalensi stunting di Kabupaten Sumenep terjadi penurunan sebesar 18,2 persen dalam lima tahun. Dari 52,5 persen pada 2013 menjadi 34,3 pada tahun 2018,” paparnya.

Bupati dua periode ini juga menjelaskan bahwa penurunan stunting di Kabupaten Sumenep tidak lepas dari kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dengan stakeholder dan masyarakat dengan menggalakkan kegiatan-kegiatan inovatif, salah satunya program Cabbi Peddhas.

“Ada sosialisasi pemanfaatan pekarangan dalam rangka penanaman Cabbi Peddhas (cabai pedas) yang bermanfaat mencegah amenia pada ibu hamil untuk peningkatan bayi, balita sehat dan cerdas, pendampingan Bumil KEK dan Balita.

Termasuk pula menyelenggarakan kelas Bumil, membuat Satgas Penting (Satuan Tugas Peduli Stunting), dan membuat kelompok Geliz (Gerakan Peduli Gizi).

Kami telah resmi me-launching kampanye cegah stunting di Pulau Oksigen Giliyang (12/11/2018), dan kegiatan dimaksud semuanya dianggarkan dalam APBD, serta masih banyak program lainnya,” tuturnya.

Kabupaten Sumenep lanjut Busyro, telah diarahkan untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Kecamatan desa dan desa Lokus Kabupaten Sumenep.

“Lebih-lebih dukungan Dana Desa (DD) berpotensi besar mendukung percepatan penurunan stunting secara bermakna,” pungkasnya. (MR/AW)