Belasan Ton Pupuk Bersubsidi Gagal Diselundupkan ke Luar Madura

Penyelundupan Belasan Ton Pupuk Bersubsidi Sampang Madura
Kapolres Sampang AKBP Arman menunjukkan ratusan karung pupuk dalam truk, Rabu, 13 April 2022. (FOTO: Alimuddin/MI)

masuraindepth.com – Penyelundupan 17 ton pupuk bersubsidi ke luar Pulau Madura berhasil digagalkan Polres Sampang. Belasan ton pupuk jenis ZA dan NPK Phonska itu diangkut menggunakan dua unit truk.

AKBP Polres Sampang Arman menyampaikan, pada hari Selasa (12/4), sekitar pukul 17.30 WIB Unit Opsnal Sat Reskrim Polres setempat menerima informasi adanya kendaraan truk yang sedang muat barang di Jl. Raya Gunung Kesan Kecamatan Karang Penang. Kendaraan itu disinyalir akan menyelundupkan pupuk bersubsidi ke luar daerah Madura menuju Pulau Jawa.


Berbekal informasi tersebut, pihaknya bergegas melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 20.30 WIB, petugas berhasil melakukan penyekatan terhadap dua truk tersebut di wilayah Pantura, tepatnya di Jalan Raya Banyuates.

Alhasil, dari pemeriksaan awal itu petugas menemukan truk itu mengangkut belasan ton pupuk bersubsidi. Polisi juga mengamankan tiga orang, yakni inisial MS (52) sebagai sopir, MP (29) sopir dan H (21) sebagai kernet yang berdomisili di Kecamatan Ketapang, Sampang.

Masing-masing truk Mitsubishi warna hitam Nopol A 8775 YX dan Mitsubishi warna kuning Nopol D 8953 UA berisi muatan pupuk bersubsidi jenis ZA dan NPK Phonska.

“Ketiga orang beserta kendaraan diamankan dan dibawa ke Polres Sampang untuk penyelidikan lebih lanjut,” terang AKBP Arman saat konferensi pers, Rabu (13/4).

Baca juga:  Hari Jadi ke-46, PDAM Trunojoyo Sampang Komitmen Berikan Layanan Terbaik
Ancaman Pidana Dua Tahun Penjara

AKBP Arman mengungkapkan, pihaknya mengamankan sekitar 17 ton pupuk bersubsidi. Rinciannya 180 karung pupuk jenis ZA dan 160 karung pupuk NPK Phonska dengan tulisan pupuk bersubsidi pemerintah.

Ia mengatakan, pelaku berani melakukan penyelundupan hanya ingin mengambil keuntungan yang lebih dari harga jual subsidi ke harga jual yang ditentukan sendiri.

Meski tiga orang kini sudah berhasil diamankan dan mendekam di jeruji tahanan. Pihaknya mengaku akan mengejar dalang dari penyelundupan tersebut.

Ia menegaskan, kegiatan ungkap kasus penyelundupan itu merupakan tindakan nyata Polres Sampang. Kata AKBP Arman, sebagai implementasi komitmen tegas Kepolisian terhadap oknum penyalahgunaan pupuk subsidi yang menyengsarakan para petani.

Ketiga orang yang diamankan dijerat pasal 6 ayat 1 huruf (b) Jo pasal 1 ke 3 (e) UU Darurat Nomor 7 tahun 1995 tentang pengusutan, penuntutan dan peradilan tindak pidana ekonomi Sub pasal 21 Jo Pasal 30 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.

“Ancaman pidana 2 tahun penjara,” tegasnya. (*/MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here