Opini  

13 Keterampilan Guru dalam Merancang Pembelajaran yang Inklusif dan Partisipatif

Penulis merupakan pengurus PC LTN NU sekaligus Kepala MIN Sampang

Abd. Hayyi
Abd. Hayyi.
Oleh: Abd. Hayyi*

maduraindepth.com – Pembelajaran selalu mengalami perubahan dan perkembangan sesuai tuntutan zaman. Setelah adanya gangguan dengan adanya pandemi covid-19, para guru harus berinovasi merancang pembelajaran yang tepat seperti apa dan bagaimana seharusnya pembelajaran masa depan.

Guru sebagai pembelajar dihadapkan dengan pertanyaan kritis untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang yang ada di depan. Pertanyaan kritis itu adalah peran apa yang dapat dimanfaatkan oleh teknologi dalam menerapkan pembelajaran yang lebih inklusif dan partisipatif?

Mari juga kita (para guru) berimajinasi merenungkan peran aktif apa yang dapat kita lakukan dalam mengubah masa depan pembelajaran. Tulisan ini akan mengurai hal-hal penting yang harus dimiliki guru dalam memantapkan perannya sebagai pembelajar masa depan.

1. Memiliki rasa empati

Karakteristik pertama dan terpenting dari seorang guru adalah memiliki rasa empati. Untuk menciptakan rasa empati itu, ketika akan merancang pembelajaran, guru menempatkan diri sebagai seorang pelajar atau orang tua siswa. Sekilas hal ini tampak seperti sesuatu yang tidak biasa. Tetapi keterampilan berempati dengan peserta didik memungkinkan para guru untuk membuat pembelajaran menjadi bermakna dan relevan bagi peserta didik.

Demikian pula, mereka dapat merasakan dan memahami kesulitan atau tantangan yang dihadapi peserta didik ketika mempelajari materi yang sulit. Oleh karenanya, pembelajaran dapat disesuaikan dengan peserta didik.

Ketika seorang guru tidak memperhatikan kebutuhan, keterampilan, dan minat setiap peserta didik, mereka akan mengikuti pendekatan dengan satu standar untuk seluruh peserta didik. Tentu hal ini akan mengakibatkan kegagalan.

2. Berkomunikasi secara efektif

Komunikasi adalah jantung dari profesi apa pun. Para guru harus memiliki keterampilan berkomunikasi di atas rata-rata, baik dalam menulis maupun berbicara. Guru harus belajar bagaimana mengubah pikiran dan mempengaruhi peserta didik melalui komunikasi yang baik.

Selain itu, guru juga harus bisa mendengarkan dengan cermat umpan balik peserta didik dan menanggapinya dengan baik. Termasuk juga, para guru juga harus belajar berkomunikasi yang efektif dengan tim. Mereka harus tahu bagaimana berbagi dan mengekspresikan ide kepada tim.

Baca juga:  Menolak Tunduk, Menuntut Tanggung Jawab

3. Kreatif dan imajinatif

Tidak mudah untuk mengomunikasikan ide-ide kompleks dengan kata-kata sederhana. Oleh karena itu, membutuhkan kreativitas. Imajinasi yang kuat ditambah dengan metode pembelajaran yang kuat adalah resep sukses dalam pembelajaran.

Selain itu, para guru juga harus menantang peserta didik untuk menggunakan imajinasi mereka untuk belajar. Mereka dapat mencapainya dengan meminta mereka memecahkan masalah baru menggunakan apa yang telah mereka pelajari sejauh ini.

Seiring dengan imajinasi yang kuat, para guru juga diharapkan memiliki keterampilan produksi visual. Mereka harus bisa mengembangkan keterampilan membuat video pembelajaran. Keterampilan seperti desain grafis dan pemanfaatan teknologi visual dalam pembelajaran sangat bermanfaat bagi siswa.

4. Memiliki keterampilan melakukan penelitian

Tidak ada manusia yang sempurna dalam segala hal. Bahkan jika kita seorang ahli pun, masih ada saat-saat ketika kita membutuhkan keterampilan penelitian. Misalnya, apa yang akan kita lakukan jika kita dihadapkan pada situasi baru? Atau, bagaimana mencari metode pembelajaran yang paling tepat? Bagaimana jika metode pembelajaran yang kita gunakan selama ini selalu mengalami kegagalan? Semua ini membutuhkan keterampilan penelitian.

5. Pembelajaran berbasis visual

Para guru harus bisa dan biasa merancang pembelajaran menggunakan materi pembelajaran yang menarik secara visual. Siswa jangan hanya dihadapkan dengan papan tulis atau melihat tulisan di depan mata mereka. Ini juga dapat mengakibatkan siswa kelebihan beban kognitif, dan siswa akan segera kehilangan minat. Karena alasan ini, desain pembelajaran sejalan dengan desain grafis.

Tentu saja, kita tidak harus menjadi guru yang sempurna, tetapi kita sebagai seorang guru harus mempelajari beberapa keterampilan desain grafis dasar dan tetap mengikuti tren yang relevan. Selain itu, penting juga untuk dapat mengajar sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman.

Kita barangkali bertanya-tanya bagaimana cara melakukan ini? Google, Youtube, dan media sosial lainnya memiliki berbagai referensi media pembelajaran yang bisa kita gunakan. Guru juga dapat membuat game visual dengan level sederhana dan singkat. Terdapat banyak situs web yang menawarkan kuis untuk menilai apa yang telah mereka pelajari, multimedia, dan banyak lagi untuk membuat mereka tetap terlibat dan termotivasi.

Baca juga:  Amankah Tablet Tambah Darah untuk Bumil?

6. Sharing dan berkonsultasi

Merancang pembelajaran pada dasarnya adalah proses sharing dan konsultasi. Untuk merancang pembelajaran yang efektif, kita bisa berkonsultasi dengan teman sejawat, dengan pimpinan untuk memahami kebutuhan pembelajaran. Yang kita harus lakukan adalah memahami target dan tujuan pembelajaran yang tepat. Selain itu, kita juga harus banyak belajar dan membaca referensi.

7. Merancang pendekatan yang sistematis

Para guru harus menggunakan pendekatan yang sistematis ketika merancang pembelajaran. Agar benar-benar efektif, mereka harus memperhitungkan ketersediaan waktu. Maka, penting bagi guru untuk menyusun rencana program seperti Program Semester (Promes) atau Program Tahunan (Prota).

8. Mengetahui teori belajar

Guru harus bisa menggunakan pendekatan metodis untuk merancang pembelajaran. Untuk melakukan ini, mereka harus memiliki pemahaman menyeluruh tentang teori belajar, prinsip pembelajaran, dan praktik pembelajaran yang baik. Guru yang kompeten memiliki pengetahuan tentang teori pembelajaran dan memanfaatkan teori tersebut untuk memenuhi tujuan pembelajaran. Dengan menerapkan pengetahuan itu, desain pembelajaran dapat dibuat dengan tepat.

9. Perhatikan detail pendukung

Segala yang diucapkan dan dilakukan guru di dalam kelas mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Sangat penting bagi guru untuk memperhatikan semua detail pendukung pembelajaran dan mengkomunikasikannya secara efektif. Contoh sederhana misalnya dibuatkan tulisan afirmasi di kelas, “Tahun ini kita harus bisa mencangkok”. Ketidakakuratan dapat berdampak tidak baik pada pembelajaran.

10. Memecahkan masalah dan menjadi manajer yang hebat

Guru adalah seseorang yang bisa memecahkan masalah pembelajaran. Untuk mempermudah pembelajaran, kita perlu menyajikan informasi yang ditargetkan dengan cara yang dapat dimengerti. Pada saat yang sama, guru memiliki sumber daya, kelas, dan waktu yang terbatas. Oleh karenanya, guru harus bisa mengelola sumber daya, waktu, dan keterampilan mengelola yang hebat.

11. Menjadi pendongeng yang hebat

Dongeng atau cerita fiksi dapat lebih memungkinkan menyimpan informasi yang lebih lama. Oleh karena itu, mendongeng adalah cara yang efektif untuk mengatasi daya ingat peserta didik. Kita dapat menggunakan cerita fiksi dalam pembelajaran kita jika kita ingin informasi yang kita sampaikan melekat. Selain itu, guru juga harus menggunakan contoh nyata untuk membantu siswa memahami tujuan pembelajaran. Guru bisa melakukan ini dengan mendongeng sendiri atau meminta peserta didik untuk membagikan pengalaman mereka.

Baca juga:  Pisau dan Skematis Teroris

12. Mengikuti kemajuan teknologi

Keterampilan guru juga termasuk mengikuti perkembangan zaman seiring dengan semakin banyaknya pengalaman belajar yang bergerak secara online. Penggunaan teknologi yang tepat dapat menumbuhkan pengalaman belajar yang efektif sehingga dapat menghasilkan hasil positif bagi pelajar. Guru harus bisa menggunakan pendekatan baru dan bersedia mengadaptasi metode mereka sendiri. Termasuk juga guru harus bisa membuat video interaktif hingga membagikannya di berbagai platform media sosial.

13. Sabar, bersemangat dan berpikir terbuka

Seorang guru yang baik harus memiliki semangat untuk pekerjaan mereka. Ketika kita mencintai pekerjaan kita, segala sesuatunya menjadi menyenangkan dan lebih mudah diatur. Setiap aspek desain pembelajaran membutuhkan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang cermat. Merancang pembelajaran bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan, bahkan kadang-kadang tampak mustahil untuk diselesaikan tepat waktu. Tanpa semangat dan kesabaran, sama sekali tidak mudah untuk mengelola dan berhasil. Guru juga harus berpikiran terbuka. Mereka harus selalu menyambut perilaku peserta didik yang beragam dengan sebaik-baiknya.

Kesimpulan

Guru berkewajiban untuk mengembangkan strategi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran harus efisien, efektif, dan menarik. Untuk mencapai ini, guru membutuhkan berbagai kualitas unik. Selain itu, mengembangkan pembelajaran berbasis visual adalah seni penyeimbang yang bisa meningkatkan minat belajar peserta didik.

Untuk menciptakan pengalaman yang memiliki dampak yang bertahan lama, guru harus menggabungkan pengalaman belajar peserta didik, target kurikulum, teori pembelajaran, dan analisis pembelajaran. Juga, guru harus memiliki keterampilan visual yang membantu mereka menghasilkan desain pembelajaran yang interaktif.

Mereka dapat menggunakan teknologi yang membantu mereka menyampaikan ide kompleks menjadi mudah. Jika kita ingin membuat peserta didik kita tetap terlibat, gunakan platform media-media sosial dan fitur-fitur yang sedang tren. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *