Pemkab Sumenep Sediakan Bantuan RTLH 128 Unit untuk Daratan dan Kepulauan

Bantuan rtlh sumenep
Ilustrasi RTLH. (IST)

maduraindepth.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali mengalokasikan anggaran untuk program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH). Dana yang disediakan tahun ini, mencapai sebesar Rp 2,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.

Anggaran program RTLH tersebut, melekat di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep. Sesuai porsi anggaran yang disediakan, jumlah bantuan RTLH 2024 sebanyak 128 unit.

Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman, Disperkimhub Sumenep Noer Lisal Anbiyah mengungkapkan, program bantuan RTLH diperuntukkan masyarakat kurang mampu. Khususnya, yang masih menempati rumah gedek atau berdinding anyaman bambu.

“Bantuan RTLH tahun ini, diprioritaskan untuk rumah gedek yang kondisinya sudah hampir roboh atau reot. Sehingga, dipastikan memang sudah tidak layak huni,” ungkapnya, Selasa (9/7).

Menurutnya, program bantuan tersebut tersebar untuk warga kepulauan dan daratan. Salah satunya, penerima di wilayah daratan terdapat di Kecamatan Ambunten dan Kecamatan Kota Sumenep.

Sedangkan, penerima di wilayah kepulauan, salah satunya tersebar di Kecamatan Sapeken, Nonggunong dan Gayam. Mengenai persentase jumlah penerima antara daratan dan kepulauan, terbagi secara merata.

“Untuk alokasi anggaran per unit, tidak sama. Karena, dari 128 unit RTLH tahun ini, ada sebagian yang masuk program pokir,” jelasnya.

Lisal menjelaskan, alokasi anggaran untuk program bantuan RTLH murni dari Pemkab Sumenep, yaitu sebesar Rp 20 juta per unit. Sementara itu, alokasi anggaran bantuan RTLH pokir, nilainya variatif.

Baca juga:  Penerapan PPKM Skala Mikro di Sumenep Berlaku 14 Hari, Ini Batasan-batasan yang Harus Dipatuhi

“Sebanyak 95 persen adalah program murni dari pemkab, yaitu Rp 20 juta per unit. Kalau untuk program pokir, ada yang sebesar Rp 10 juta, 15 juta dan 30 juta per unit,” sebutnya.

Saat ini, program bantuan RTLH tersebut sudah dalam proses verifikasi kelayakan penerima. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa rumah milik calon penerima bantuan, memang sudah tidak layak huni.

“Pekerjaan fisik segera direalisasikan dalam waktu dekat. Targetnya, sebelum akhir Desember harus sudah tuntas secara keseluruhan,” pungkasnya. (bus/*)

Baca Berita Menarik Lainnya DI SINI atau Ikuti Kami di Saluran Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *