Cegah Stunting, Puskesmas Mandangin Lakukan Intervensi Serentak Pada Kader Posyandu

Stunting puskesmas mandangin
Jajaran nakes dan kader posyandu di Mandangin foto bersama dalam rangka intervensi serentak pencegahan stunting. (Foto: Puskemas Mandangin for MID)

maduraindepth.com – Sebagai upaya untuk mencegah stunting di Desa Pulau Mandangin, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) lakukan intervensi serentak kepada kader posyandu, Senin (8/7).

Penanggungjawab Gizi Puskesmas Mandangin, Nur Fadilah mengatakan, pihaknya bersama stakholder terus berupaya, agar stunting terus berkurang. “Tercatat belum genap satu tahun sudah ada kurang lebih 60 belita stunting, atau 4,75 persen,” ujarnya.

Menurut Nur Fadilah, dalam pelaksanaan monev terintegrasi intervensi serentak itu melibatkan semua pihak. “Semua bergerak bersama, baik nakes, pemda, maupun masyarakat sendiri,” ucap perempuan yang akrab disapa Ibu Nur itu.

Dia berharap, angka stunting di Desa Pulau Mandangin menurun. Hingga bebas dari locus stunting.

“Stunting adalah  persoalan serius, jadi  perlu kita tangani secara maksimal agar angka stunting di Mandangin terus menurun,” imbaunya.

Kepala Puskesmas Mandangin, Rina Dewiyanti mengatakan, kegiatan gerakan intervensi serentak pencegahan stunting di seluruh Kota Bahari ini, dimulai dari Pulau Mandangin. Hal itu merupakan bagian dari upaya dan kerja keras bersama untuk menurunkan stunting di Sampang.

“Yang terlibat semua lintas sektor, baik dari KUA, PKK harus ikut terlibat dalam rangka pembinaan kick-off intervensi serentak pencegahan stunting di Kabupaten Sampang,” ungkapnya.

Tujuan pelaksanaan gerakan intervensi serentak pencegahan stunting sendiri, yaitu mendeteksi dini masalah gizi dan memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran. Termasuk melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi, serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu.

Baca juga:  Tiga Spesialis Curanmor Bangkalan Dihadiahi Timah Panas Saat Dibekuk Polisi

“Gerakan intervensi serentak pencegahan stunting ini wajib diikuti oleh semua calon pengantin, ibu hamil, bayi dan balita yang ada di Pulau Mandangin,” tuturnya.

Di sisi lain, lanjut Rina, melalui posyandu Calon Pengantin (Catin) agar diberikan edukasi tentang pentingnya asupan makanan yang bergizi saat hamil. Sehingga anak yang dilahirkan kelak bisa dicegah dari stunting sejak dini.

“Petugas PKM Mandangin di posyandu selalu mengingatkan agar catin ini, harus kita beri edukasi supaya sebelum mereka hamil sudah tahu cara makan makanan yang harus dikonsumsi saat hamil nanti, yaitu makanan yang bergizi supaya nanti efeknya dapat mencegah anak stunting,” tegasnya.

Melalui gerakan ini, calon pengantin akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan berupa pendataan, deteksi dini, dan edukasi serta intervensi bagi catin secara berkelanjutan oleh tenaga kesehatan. Diterangkan, pihak KUA dan lintas sektor terkait diharapkan membantu menyisir seluruh catin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.

“Dengan harapan agar hasil yang didapatkan akurat, dan cakupan layanan yang diterima oleh sasaran terus meningkat,” pungkasnya. (Alim/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *