Wartawan Diusir, Kajari Sumenep Angkat Bicara

0
104
Bambang Panca Wahyudi Hariadi, Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep.

maduraindepth.com – Pengusiran dan tindakan arogansi salah satu pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep yakni Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Bustomi kepada insan pers, akhirnya disikapi Kepala Kejari (Kajari) Bambang Panca Wahyudi Hariadi, Sabtu (27/04/2019).

Menanggapi prihal itu, Bambang melakukan klarifikasi kepada salah satu oknum Kejari dan wartawan yang menjadi korban pengusiran secara arogan.

“Kalau boleh yang bersangkutan saja. Saya ada di Sumenep hanya Senin pagi, habis apel di Polres, Senin sore ke Surabaya lagi. Kalau bisa kita ketemu jam 09.00 s/d jam 10.00,” kata Bambang saat dikonfirmasi.

Pihaknya berharap agar seluruh kuli tinta untuk tidak melakukan aksi apapun sebelum dilakukan klarifikasi pada hari senin mendatang.

“Tidak usah pakai gerak-gerakan, ini pasti ada masalah. Senin biar saya tanya dulu masalahnya. Saya berharap kita semua saling pengertian atas kode etik kita,” tutur Bambang.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Datun Kejari Sumenep melakukan tindakan arogansi kepada wartawan yang berada diruang kerjanya, hari Rabu 24 April 2019 sekitar pukul 12.15 Wib.

Pasalnya pasca mediasi, Kejaksaan dipandang berpihak kepada PT. Garam lantaran pihak YTL tidak diberikan copy salinan berkas hasil mediasi yang merupakan review dari perkara penggarapan lahan sengketa kedua belah pihak. Dari itu YTL mempertanyakan hasil review yang diduga abal-abal.

Setelah mendengar pertanyaan dari YTL tiba-tiba Bustomi mulai membantah dan membentak warga YTL dan wartawan yang ada diruangannya, sembari mengatakan bahwa kantornya adalah rumah miliknya.

“Ini rumah saya, keluar kalian dari sini,” bentak Bustomi kepada wartawan dan YTL sambil menunjukkan tangannya ke pintu keluar ruangannya, pada Rabu (24/04).

Kemudian melihat salah satu wartawan, Alan Sahlan dari media Harian Bangsa, Bustomi semakin memuncakkan amarahnya dengan menendang kursi serta menyuruh Wartawan Media Harian Bangsa itu segera cepat keluar dari ruangannya itu.

“Kalian ini kesini kok begini caranya, jangan disini ayo ke Aula,” ajak Bustomi sambil menyuruh rekan wartawan dan masyarakat keluar dari ruangannya. (MR/NR)