Tradisi Jumat Terakhir Jelang Ramadhan, Ratusan Warga Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi dan Makam Leluhur

tradisi ziarah makam asta tinggi sumenep malam jumat terakhir jelang ramadhan
Sejumlah warga berziarah di Makam Asta Tinggi, Sumenep, Kamis (16/3). (Foto: Arif/MID)

maduraindepth.com – Jelang bulan suci Ramadhan, ratusan warga di Kabupaten Sumenep melaksanakan tradisi dengan berbondong-bondong ziarah ke Makam Asta Tinggi. Tradisi itu dikenal dengan Jumat Dhi-budhi (Jumat Terakhir) sebelum memasuki bulan puasa.

Biasanya, masyarakat datang dengan membawa kembang (Bunga), untuk ditaburkan ke makam di tempat tersebut. Selain tabur kembang (nyekar), peziarah juga membaca surat Yasiin. Selain itu, ada juga yang menggelar tahlil dan bersih-bersih kubur.

Pantauan media ini, sejak Kamis (16/3) siang sekitar pukul 14.00 sudah banyak masyarakat yang ziarah ke makam para raja-raja di Asta Tinggi, Sumenep, tersebut. Bahkan, sampai dengan pukul 17.00, jumlah masyarakat yang berkunjung kian bertambah. Berdasarkan informasi, Jumat Dhi-Budhi sudah mulai dilakukan sejak Kamis sampai dengan Jumat.

Salah satu juru kunci Asta Tinggi Sumenep, Muhammad Romli menjelaskan, Malem Jumat Dhi-budhi merupakan istilah orang Madura, khususnya Kabupaten Sumenep. Namun, menurut dia, ada kemungkinan daerah lain juga memiliki tradisi yang sama.

“Tradisi umat muslim di Madura menjelang bulan puasa. Memang sudah dari nenek moyang biasa ziarah pada Jumat Terakhir sebelum bulan puasa,” jelasnya.

Diterangkan, pada momen Malam Jumat Terakhir dan Hari Jumat Terakhir, banyak dari warga lokal yang berziarah. “Tapi kalau untuk kunjungan secara umum, dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri pernah datang ke sini. Kalau dari Jawa Timur sudah sering,” tuturnya.

Baca juga:  Polemik Asta Tinggi Temui Titik Terang, YPS Resmi Jadi Pengelola
tradisi ziarah makam asta tinggi sumenep malam jumat terakhir jelang ramadhan
Sejumlah warga berziarah di Makam Asta Tinggi, Sumenep, Kamis (16/3). (Foto: Arif/MID)

Sementara itu, Ilham, 27, warga Desa Kolor, Kecamatan/Kabupaten Sumenep mengatakan, Malam Jumat Terakhir sudah biasa dilakukan dirinya bersama keluarga. Tidak hanya ke Asta Tinggi, ziarah kubur juga dilakukan ke makam para pendahulu di pemakaman lainnya.

“Sebelum ke Asta Tinggi, kami sekeluarga ziarah ke makam keluarga terlebih dahulu. Tradisi ini setiap tahun, sudah dari dulu,” ungkapnya saat ditemui di komplek Makam Asta Tinggi.

Sebagai tambahan informasi, aktivitas ziarah kubur tidak hanya terlihat di Asta Tinggi saja. Namun beberapa tempat pemakaman umum di Kabupaten Sumenep juga ramai dikunjungi peziarah pada momen tersebut. (*)

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya Di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner auto