Pertama Kali, Pesawat Amphibi Travira Air Uji Coba Penerbangan Seaplane ke Pulau Gili Iyang

Penerbangan pesawat seaplane Sumenep
Pesawat Travira Air mendarat di Perairan Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Senin (26/4). (Foto: Kominfo Sumenep for MI)

maduraindepth.com – Objek wisata di Kabupaten Sumenep semakin dilirik. Buktinya, untuk pertama kali pesawat Travira Air melakukan uji coba penerbangan seaplane jalur wisata dari Bali menuju Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Senin (26/4).

Pesawat amphibi itu mendarat dengan mulus di perairan pulau yang memiliki kandungan oksigen terbaik kedua di dunia tersebut.  Penerbangan dilakukan pesawat C-208A itu dengan rute Bandara Ngurah Rai Bali menuju Bandara Trunojoyo Sumenep. Kemudian lanjut melakukan pendaratan di air di Pulau Gili Iyang.


Kapuslitbang Transportasi Udara, Badan Litbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Capt. Novyanto Widadi mengatakan, penerbangan itu menindaklanjuti hasil survei yang dilakukan pada tahun 2019 lalu. Diterangkan, Pulau Oksigen Giliyang layak dijadikan sebagai objek wisata bagi wistawan mancanegara (wisman).

“Penerbangan ini bagian program Litbang Transportasi Udara Badan Litbang Perhubungan Kemenhub, yang menggagas jalur transportasi udara dari Bali ke Pulau Oksigen Giliyang,” ucapnya.

Novyanto menilai, penerbangan jalur wisata ini mempunyai peluang besar untuk menarik wisman yang berada di Bali. Terlebih, di Pulau Dewata saat ini terdapat operator penerbangan seaplane seperti Travira Air.

Selain itu, jarak tempuh jalur udara Bali–Sumenep tidak terlalu lama. Sehingga para pelancong luar negeri yang berkunjung ke Bali mudah untuk berwisata di Pulau Oksigen yang terletak di Kota Keris.

Baca juga:  Jasad Pria Asal Sampang yang Diduga Bunuh Diri di Suramadu Ditemukan

“Para wisman dengan adanya penerbangan jalur udara itu, selain menikmati wisata di Bali juga bisa menikmati pulau oksigen Giliyang sebagai wisata kesehatan,” tutur Novyanto.

Dia menambahkan, bersama pihak terkait lembaganya telah melakukan survei ke Pulau Gili Iyang. Tujuannya, mencari lokasi yang layak sebagai bandara perairan atau water aerodrome pesawat. Salah satunya di perairan di Desa Banraas.

“Uji coba terbang pesawat pada saat mendarat dan lepas landas berjalan mulus. Tidak ada kendala,” pungkasnya. (BAD)