Musim Kemarau, Berkah Para Pengrajin Tikar Rakara

0
42
Tikar Rakara
Tikar Takara terbuat dari daun siwalan

maduraindeoth.com – Pengrajin tikar rakara di Dusun Gunung Malang II, Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, mulai rakit daun siwalan untuk dijual.

Tahun 2019 ini, musim kemaru nampaknya tidak hanya dirasakan manis oleh petani tembakau, tapi juga menjadi berkah bagi pengrajin tikar rakara.

Pasalnya, harga tikar dalam beberapa hari terakhir naik drastis. Bahkan di tingkat pengrajin nyaris tembus Rp 30-50 ribu per lembar.

Salah satu pengrajin di Desa tersebut, Sulala (30), menuturkan bahwa harga tikar saat ini masih cukup standard yakni Rp 35 ribu per lembar. Tidak menutup kemungkinan harga akan berubah sebab awal musim kemarau permintaan tikar relatif tinggi.

“Sekarang memang baru mulai musim kemarau, jadi biasanya mahal. Kalau awal-awal memang begitu,” ungkapnya disela kesibukanya menganyam tikar.

Menurutnya, tingginya harga tikar tidak lepas dari suksesnya produksi tembakau.

“Kan tikar rakara ini untuk mengemas tembakau rajangan, jadi wajar kalau baru musim kemarau harganya tinggi. Naiknya juga berangsur, dari Rp 20 ribu, sampai sekarang masih Rp 35 ribu per lembar untuk ukuran 3 meter,” paparnya.

Sementara pengrajin lain, Rahmah, mengaku bersyukur dengan melambungnya harga tikar rakara.

“Tentu kami sangat memanfaatkan musim baik ini, dan mudah-mudahan harga masih akan terus berpihak pada kami,” katanya singkat, Kamis (11/7).

Sekedar diketahui, umumnya Desa Kertagena Laok dan sekitarnya merupakan salah satu sentra pengrajin tikar rakara di Madura. Selain Desa Kertagena Laok, desa lain yang juga menjadi penghasil tikar rakara adalah Desa Prenduan Kecamatan Peragaan, Desa Pore Kecamatan Lenteng, dan beberapa desa di Kecamatan Batang-Batang, Sumenep. (MR/MH/AJ)