Minat Baca Meningkat, IPLM Pamekasan Capai Peringkat Keenam se Jawa Timur

minat baca dan IPLM pamekasan
Talkshow literasi di Pendopo Bupati Pamekasan. (Foto : Rafi/MID)

maduraindepth.com – Posisi Indeks Pengembangan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Pamekasan masuk peringkat enam tertinggi se Jawa Timur. Peringkat itu berdasarkan penilaian dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Pamekasan, Prama Jaya menyampaikan, posisi IPLM telah memberikan bukti terhadap peningkatan dan perkembangan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) semakin maju. “Urutan IPLM tertinggi di Jawa Timur, yakni Malang Kota, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Tulungagung dan Pamekasan. Pembangunan SDM sudah luar biasa,” ujarnya, Kamis (13/7).

Peningkatan IPLM Pamekasan, kata dia, terus didukung pegiat literasi dan kelompok diskusi yang dilakukan masyarakat. Hal itu selaras dengan komitmen Bupati Pamekasan dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat.

Menurut Jaya, kegiatan literasi, diskusi dan membaca sangat relevan serta melekat dengan upaya peningkatan SDM yang menjadi visi misi Bupati Pamekasan. Khususnya, pada peningkatan indeks literasi di Kabupaten Pamekasan.

“Perlu kami beritahukan, bahwa berdasarkan laporan dari Perpusnas tahun 2022, IPLM Kabupaten Pamekasan ada pada posisi peringkat keenam Jawa Timur. Jadi, kita tidak begitu rendah dalam hal literasi tingkat nasional,” ungkapnya.

Jaya menilai, peningkatan SDM menjadi salah satu program prioritas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam pada bidang pendidikan melalui beberapa beasiswa yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Seperti, beasiswa santri, beasiswa kedokteran, beasiswa pendidikan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), program beasiswa dan fasilitas lain dengan perguruan tinggi kedinasan.

Baca juga:  Pastikan Manfaat PPM Berkelanjutan, SKK Migas dan HCML Lakukan Kunjungan ke Pulau Mandangin

Pihaknya mengakui, bahwa salah satu peningkatan SDM bidang pendidikan yang erat dengan kegiatan aktivitas belajar mengajar adalah sekolah. Tenaga pengajar dapat memperhatikan aktivitas peserta didik untuk meningkatkan minat baca.

“Upaya itu, bisa dilakukan melalui perbaikan manajemen perpustakaan yang ada di sekolah. Kata kunci di sekolah, yaitu kegiatan belajar yang identik dengan membaca, tidak ada belajar tanpa membaca,” pungkasnya. (Rafi/*)

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya DI SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner auto