Korban Penipuan 8 Miliar Demo Kantor BRI Pamekasan

Ratusan massa aksi minta kejelasan kasus penipuan 8 miliar ke Bank BRI, Selasa (10/11). (Ruk/MI)

maduraindepth.com – Ratusan pihak korban penipuan gelar aksi unjuk rasa di depan kantor Cabang BRI Pamekasan meminta keadilan dan kejelasan terkait adanya penipuan yang dilakukan oknum BRI. Aksi demontrasi tersebut berlangsung sejak hari Senin (9/11) hingga hari ini.

Taufik Hidayat, koordinator aksi menyampaikan bahwa kedatangan para korban ke Bank BRI untuk menagih uang agar segera dikembalikan. Pasalnya, uang miliaran tersebut sampai saat ini belum dikembalikan dari pihak BRI.

Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa ada sebanyak 18 orang yang menjadi korban penipuan oleh pihak oknum karyawan BANK BRI Cabang Pamekasan dengan uang sebanyak Rp. 8 miliar.

“Modusnya, oknum BRI menawarkan dan menjanjikan hadiah bagi nasabah yang menabung. Ujung-ujungnya, tawaran dan janji itu malah merugikan dan korban tidak mendapatkan apa-apa. Karyawan Bank yang sering menawarkan tersebut bernama Mohammad Lukman, Kelurahan Cungcangcang, Kabupaten Pamekasan,” ungkapnya, Selasa (10/11).

Taufik Hidayat, yang juga menjadi korban penipuan tersebut menjelaskan bahwa uang pribadinya yang masuk ke Bank BRI sekitar Rp 60 juta.

“Dari uang Rp 60 juta tersebut hanya cair dua kali selama dua bulan. Selesai itu tidak cair lagi. Dengan demikian gelar aksi kali ini saya dengan korban yang lainnya mendesak kepala pimpinan Cabang BRI Pamekasan Darwis untuk segera mengembalikan uang tersebut,”tegasnya.

Baca juga:  Persiapan Pemilu 2024, 90 PPK Bangkalan Dilantik

Taufik, nama panggilan Taufik Hidayat, mengatakan jika tuntutan massa aksi tidak dikabulkan, maka pihak korban akan kembali gelar aksi unjuk rasa ke Bank BRI dengan membawak massa yang lebih besar lagi.

“Maka dari itu, saya minta hari ini kepada pihak BRI untuk menemui kami dan mengembalikan uang tersebut,” jelas Taufik.

Hingga saat ini massa aksi bergantian berorasi menyampikan aspirasinya depan kantor sambil menunggu pimpinan BRI Cabang Pamekasan keluar. (Ruk/AW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *