Kader PMII Sumenep Wakili Jatim Ikuti SKK-ASM Periode III

0
72
Foto bersama peserta yang datang dari berbagai daerah. (Foto: Istimewa)

maduraindepth.com – Akh. Fauzi (23) merupakan pemuda dari Pulau Madura yang berhasil lolos seleksi untuk mengikuti Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan Ahmad Syafii Maarif (SKK-ASM) periode III. Kegiatan yang diselenggarakan Ma’arif Institute ini berlangsung di Depok, Jawa Barat pada Jum’at (13/12) lalu.

Akh. Fauzi, menjadi salah satu peserta SKK-ASM III dari 25 orang, yang mewakili Madura, Jawa Timur. Peserta datang dari berbagai daerah seperti Papua, Bima, Ambon, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Jawa Tengah dan Jakarta.

“Maarif Institute telah menyeleksi dengan tahapan menulis makalah, tes wawancara dan presentasi yang terdiri dari 120 pendaftar seluruh Indonesia,” ucapnya pada maduraindepth.com, Jumat (20/12).

Pemuda yang juga aktif di organisasi PMII STKIP PGRI Sumenep ini, mengatakan, Buya Syafii Maarif adalah salah satu tokoh bangsa yang patut menjadi teladan bagi kita bersama. Menurutnya, Buya memiliki pandangan bahwa setiap manusia harus dihormati sebagai seorang manusia seutuhnya, tanpa memandang agama, ras, suku, bahasa dan budaya.

“Kegiatan ini memiliki orientasi untuk membumisasikan pemikiran Buya Syafii Maarif dalam perspektif keislaman, kemanusiaan dan kebangsaan dalam konteks pemikiran Islam kontemporer,” jelas alumnus Prodi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumenep 2019 tersebut.

Sementara itu, koordinator program, Moh. Shofan menjelaskan, peserta wajib menulis dua makalah, yakni tentang sikap, intelektualitas, spiritualitas dan kemanusiaan Buya Syafii Maarif. Sementara tulisan pilihan kedua adalah tema bebas sesuai kapasitas intelektual peserta.

“Kegiatan ini memiliki grand desaign untuk melestarikan pemikiran Buya Syafii Maarif. Terutama tentang tema keislaman, kebangsaan, kemanusiaan dan kebhinekaan,” ungkap Direktur Program Riset Maarif Institute itu disela-sela acara.

Shofan menambahkan, kegiatan tersebut sebagai wadah kaderisasi intelektual dan melembagakan gagasan dan cita-cita sosial Buya Syafii Maarif dalam konteks keislaman, kemanusiaan dan kebangsaan.

“Melalui short course ini, diharapkan generasi muda Indonesia mendatang dapat mewarisi pemikiran Buya Syafii Maarif. Memiliki perspektif dan sikap intelektual yang relatif sama dalam memotret dinamika, perubahan dan perkembangan kehidupan beragam di Indonesia,” imbuhnya. (MR/MH)