Masuk PMII Terhalang Kisah Asmara, Mahasiswa ini Akhirnya Hijrah ke HMI

Foto Ilustrasi. (Maduraindepth/mi)

maduraindepth.com – Salah seorang mahasiswa di Pamekasan sebut saja Aisyah, cintanya digantung oleh laki-laki bernama Al-Farisi. Padahal pria gagah itu, didambakannya sejak baru masuk perguruan tinggi.

Kisah asmara Aisyah di mulai sejak semester satu sampai tiga. Aisyah tergolong sebagai perempuan yang juga didambakan banyak lelaki. Namun Aisyah menghiraukan. Dia lebih kepincut sama Al-Farisi yang merupakan kakak tingkatnya.


Pasalnya, Aisyah tertarik dengan organisasi ekstra PMII. Dia berkeinginan menjadi kader biru-kuning. Di kontak whatsApp-nya, tak disangka Al-Farisi menorehkan status ke-PMII-an. Al-Farisi sendiri diketahui sudah menjadi kader PMII.

Status itulah menghantarkan benih-benih cinta Aisyah kepada Al-Farisi semakin tumbuh. Karena ketertarikannya kepada PMII, Aisyah memberanikan diri berkonsultasi ke pria berambut panjang itu.

Suatu ketika, Aisyah mengikuti kajian PMII. Tak disangaja, di forum melihat Al-Farisi yang membuat konsentrasi Aisyah pecah. Pria yang diistimewakan tersebut benar-benar telah mengganggu beban perasaannya.

Selepas pulang kajian, asmara cinta Aisyah kian memuncak. Dia tak kuat menahan perasaan cintanya. Aisyah memutuskan untuk mengutarakan. Namun Al-Farisi tidak merespon dan menggantungkan Aisyah tanpa status.

Tak lama kemudian, hubungan keduanya renggang. Penyebabnya Aisyah tertuduh menjelek-jelekkan PMII yang mengakibatkan Al-Farisi marah.

Aisyah berusaha memberi penjelasan namun Al-Farisi tidak memperdulikan. Dengan kondisi memanas, Aisyah bertanya tentang hubungannya. Apakah dia masih diterima jika masuk PMII.

Baca juga:  Gus Acing dan Mas Kiai Resmi Daftarkan diri ke KPU Dihari Kedua

Sementara Al-Farisi blak-blakan menolak cinta Aisyah dan memutuskan untuk menjauhinya. Dengan tabah, Aisyah mengikuti permintaan Al-Farisi. Meski sejatinya dia masih menaruh perasaan. Al-Farisi menjauh dan berpacaran dengan teman Aisyah.

Aisyah bercerita, di semester dua jelang masuk semester tiga, Al-Farisi dianggap tidak berkomitmen. Sebab Al-Farisi pernah berjanji akan menerima Aisyah jika sudah di semester akhir.

Sakit hati menguasai diri Aisyah karena penghianatan. Untuk membunuh rasa sakit hati yang dideritanya, Aisyah membuka hati pada mahasiswa lain yang masih se angkatan.

Aisyah tak jadi masuk dan menjadi kader PMII. Sekarang, dia hijrah dan mengabdi menjadi kader HMI. Aisyah tidak mengikuti organisasi yang diikuti Al-Farisi yakni PMII. (EK/NR)