Cerita Yusrotin, Relawan Perempuan PMII Sampang yang Gigih Melawan Corona

Yusrotin menyemprot disinfektan kendaraan yang masuk ke desanya. (Foto: Musa/MI)

maduraindepth.com – Menjadi relawan penanggulangan virus Corona atau COVID-19 tidaklah mudah. Terlebih risiko tertular penyakit ini pun bisa terjadi kapan dan di mana saja saat bertugas.

Hal ini dialami oleh Yusrotin, kader perempuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampang, Madura, Jawa Timur. Perempuan asal desa Taman Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang ini memilih mengabdikan dirinya menjadi relawan penanggulangan virus Corona.


Meski tak bergabung dengan organisasi resmi seperti Gugus Tugas COVID-19, dia bersama teman-temannya berinisiatif membuat sebuah tim bernama “Relawan PMII Ketuk Pintu”.

Setiap harinya, Mahasiswi Sekolah Tinggi Islam Raudhatul Ulum Arrahmaniyah (STIRUA) Sampang itu blusukan dari satu rumah ke rumah lainnya untuk mensosialisasikan pentingnya cuci tangan dengan sabun. Selain itu, dia bersama teman-temannya melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada kendaraan bermotor yang datang dari luar dan masuk ke desanya.

“Kalau pagi kampanye cuci tangan datangi warga, siang sampai sore nyemprot kendaraan di jalan,” kata Yusrotin kepada maduraindepth.com, Jum’at (10/4).

Dalam menjalankan tugasnya, Yusrotin dan teman-temannya mengaku hanya menggunakan masker sebagai Alat Pelindung Diri (APD) untuk mengurangi resiko terinfeksi virus Corona.

“Mau gimana lagi, kemampuan kami hanya masker ini, alat pelindung lainnya masih belum bisa kami beli, yang penting kan jaga jarak dan habis aksi langsung bersih-bersih diri,” ucapnya.

Baca juga:  Kades Jrangoan: Saya Yakin Kita Bisa Memutus Persebaran COVID-19

Yusrotin pun mengaku sudah 3 hari kegiatan ini dia lakukan bersama teman-temannya, dan kemungkinan akan terus berlanjut hingga waktu yang belum ditentukan.

“Saya tidak punya rencana kapan berakhir. Mengalir saja sebisa dan sekuatnya saya dan teman-teman,” tuturnya. (c-4/AW)