Jelang Jamasan Keris Sumenep, Paguyuban Pelar Agung Aeng Tong-tong Diskusi dengan Jala Sottra

Jamasan keris aeng tong-tong sumenep paguyuban pelar agung dan jala sottra
Paguyuban Pelar Agung silaturahmi bersama Paguyuban Jala Sottra di Pakoe Institute Hermitage, Ahad (25/6) malam. (Foto: MID)

maduraindepth.com – Jelang gelaran Haul dan Jamasan Pusaka Keris yang akan berlangsung di Desa Aeng Tong-tong, Sumenep, Paguyuban Pelar Agung silaturahmi ke Paguyuban Jala Sottra di Pakoe Institute Hermitage, Ahad (25/6). Silaturahmi itu dalam rangka diskusi antara panitia jamasan dengan paguyuban pelestari keris keluarga bangsawan Keraton Sumenep.

Panitia Jamasan Keris, Ika Arista mengatakan, silaturahmi itu untuk mempererat hubungan antara paguyuban pengrajin keris Aeng Tong-tong dengan keluarga Keraton Sumenep. Mengingat, hubungan tersebut sudah terjalin sejak zaman dulu.

Menurut dia, silaturahmi serupa rutin dilakukan menjelang pelaksanaan jamasan keris setiap tahunnya. “Kami hanya mengulang apa yang sudah terjadi dahulu kala, bahwa orang-orang Aeng Tong-tong erat kaitannya dengan pihak keraton. Maka dari itu kami sowan untuk mempererat silaturahmi yang sudah terjalin lama dari sejak para pendahulu,” ujar Empu Keris Perempuan itu.

Jamasan keris aeng tong-tong sumenep paguyuban pelar agung dan jala sottra
Paguyuban Pelar Agung silaturahmi bersama Paguyuban Jala Sottra di Pakoe Institute Hermitage, Ahad (25/6) malam. (Foto: MID)

Diterangkan, jamasan keris merupakan salah satu agenda yang masuk dalam Kalender Event Sumenep setiap tahunnya. Pagelaran tradisi itu rencananya akan dilaksanakan pada 26 Juli 2023 mendatang. Sedangkan pada 27 Juli 2023, akan dilangsungkan Kirab Pusaka Keraton.

Tahun ini, kata Ika, agenda jamasan keris rencananya akan lebih mengedepankan nilai edukasi. Artinya, jamasan tidak hanya sebagai pagelaran budaya, melainkan juga bernilai pendidikan kepada masyarakat luas tentang pusaka, khususnya bagi generasi muda.

Baca juga:  24 Bus dari Zona Merah Dihentikan Polres Bangkalan

“Jadi tidak eksklusif bagi kalangan pegiatan budaya dan pecinta serta pelestari pusaka saja. Tapi juga melibatkan berbagai kalangan, seperti akademisi, mahasiswa dan pelajar untuk mengenal tradisi itu,” tuturnya.

Ketua Paguyuban Jala Sottra, RBMS Hadi Pradipta mengungkapkan, pihaknya siap mendukung dan berkolaborasi untuk kesuksesan pagelaran tradisi tahunan itu. Dia menyebut, kedatangan Paguyuban Pelar Agung ke Pakoe Institute Hermitage tidak lain dalam rangka silaturahmi dan rembuk persiapan pelaksanaan haul dan jamasan pusaka.

“Jala Sottra siap berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian tradisi tersebut,” kata pria yang juga Pembina Pakoe Institute itu.

Sebagai tambahan informasi, selain dari perwakilan Paguyuban Pelar Agung, pertemuan itu juga dihadiri Sekjen Paguyuban Jala Sottra Gus Apik serta Divisi Riset Gus Deni. (*)

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya Di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *