Usung Konsep Pedesaan, Perreng Mandhi Aeng Tongtong Jadi Destinasi Wisata Baru di Sumenep

Wisata alam perreng mandhi aeng tongtong sumenep
Wisata alam Perreng Mandhi, Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep. (Foto: Arif/MID)

maduraindepth.com – Mengusung konsep pedesaan, Perreng Mandhi menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Sumenep, Madura. Objek wisata yang terletak di Desa Aeng Tongtong ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

Kehadiran destinasi wisata Perreng Mandhi menjadi penambah daya tarik wisatawan ke Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi. Sebab, sebelumnya desa ini juga terkenal dengan wisata budaya Keris.

Objek wisata alam dan budaya dengan tema tradisional kekinian ini menawarkan suasana pedesaan yang sejuk dan asri. Terdapat aliran air sungai yang jernih yang dikelilingi pohon-pohon bambu di lokasi tersebut.

Wisata alam perreng mandhi aeng tongtong sumenep
Wisata alam Perreng Mandhi, Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep. (Foto: Arif/MID)

Tempat ini menjadi destinasi wisata alternatif dengan jarak tempuh dekat, fasilitas lengkap dan mumpuni. Gazebo serta jembatan bambu-bambu dan spot foto yang unik bisa kamu manfaatkan saat ke tempat ini.

Selain cocok buat liburan, wisata ini juga cocok dijadikan tempat berswafoto. Wisata Perreng Mandhi juga melayani dan menyediakan paket wisata edukasi anak dan umum, paket reuni, dan lain-lain.

Ketua Pengelola Wisata Keris Desa Aeng Tongtong, Sumenep, Wawan Noviyanto mengatakan, tempat ini merupakan pengembangan dari spot wisata keris. Nantinya, kata dia, selain menikmati suasana wisata keris, pengunjung juga dapat memanjakan diri dengsn nuansa alam pedesaan yang sejuk dan asri ini.

Menurut dia, wisata baru ini banyak kelebihan yang nantinya bisa dijumpai pengunjung yakni suasana pedesaan seperti kehidupan zaman dahulu.

Baca juga:  Unik, Pemandian Sumber Belerang Sumenep, Pengunjung Disarankan Buang Celana Dalam Setelah Mandi

“Ketika berfoto di tempat ini, seakan-akan sedang berada di zaman dahulu. Sehingga, kita juga banyak belajar dari kehidupan nenek moyang,” katanya, Ahad (3/3).

Rencana ke depan, di tempat ini akan tersedia pakaian tradisional adat Madura bagi pengunjung yang hendak mengabadikan momennya.

“Untuk saat ini kita masih membutuhkan masukan dari berbagai kalangan agar menjadi lebih baik kedepan,” tukasnya (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner auto