KERIS Mantapkan Kolaborasi Bersama Disdik dan BPRS Bhakti Sumekar

Komunitas keris sumenep
Anggota Keris foto bersama dengan Kepala Disdik Sumenep dan jajaran Direksi BPRS Bhakti Sumekar saat menggelar halal bihalal di Kedai KW Sumenep, Senin (22/4). (Foto: Keris for MID)

maduraindepth.com – Komunitas Edukatif, Responsif dan Inovatif Sumenep (Keris) menggelar halal bihalal, Senin (22/4). Kegiatan yang berlangsung di Kedai KW Sumenep itu, dalam rangka memantapkan hubungan kemitraan dan kolaborasi bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep dan PT BPRS Bhakti Sumekar.

Ketua Keris, Mahelli mengungkapkan, anggotanya terdiri atas tiga unsur. Meliputi pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru. Semua anggota Keris, kata dia, tersebar di berbagai kecamatan yang ada di Kota Keris.

“Pembina Keris, adalah Pak Bupati Fauzi. Jadi, komunitas kami memang dibentuk untuk bermitra dan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten,” ungkapnya.

Menurutnya, masalah pembangunan pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Meliputi, semua lapisan masyarakat. Mulai dari sipil hingga pejabat instansi pemerintah. Untuk itu, Keris hadir untuk mendorong optimalisasi program pembangunan pendidikan di Sumenep.

“Sekarang, kan baru selesai lebaran. Jadi, acara halal bihalal ini untuk silaturahmi dengan sesama anggota. Sekaligus, untuk mempererat hubungan kemitraan dengan Disdik dan BPRS Bhakti Sumekar yang selama ini sering bekerja sama dengan kami,” ujarnya.

Mahelli menyampaikan, masalah pendidikan di Sumenep sangat kompleks. Bahkan, cakupan wilayahnya sangat luas hingga kepulauan. Sedangkan, jumlah pegawai Disdik Sumenep terbatas untuk bisa menjangkau secara maksimal.

“Makanya, Keris berkomitmen untuk membantu mendorong program pendidikan agar bisa terlaksana lebih massif,” tandasnya.

Baca juga:  Disdik Sumenep Lantik 13 Orang Pejabat Fungsional

Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra mengapresiasi kemitraan yang dibangun oleh Keris bersama instansinya. Kata dia, kolaborasi dari berbagai komunitas untuk mendorong kemajuan pendidikan memang sangat penting.

“Masalah pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Jadi, kami sangat mendukung adanya komunitas seperti Keris untuk sama-sama mendorong kemajuan pendidikan,” jelasnya.

Apalagi, anggota Keris, secara keseluruhan adalah tenaga kependidikan. Mulai dari pengawas sekolah, kepala sekolah, hingga guru. Dengan adanya kolaborasi tersebut, maka Agus optimis, program pembangunan pendidikan di Sumenep bisa terlaksana maksimal.

“Saya berharap, semua lapisan masyarakat bisa ikut berpartisipasi aktif untuk memajukan pendidikan di Sumenep,” pungkasnya. (bus/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner auto