Fraksi Madani DPRD Pamekasan: Jangan-jangan Mobil yang Lama Dijadikan SPJ oleh Kades

0
31
Fraksi Madani
Sekretaris Fraksi Madani DPRD Pamekasan Hamdi. (Foto: RUK/MI)

maduraindepth.com – Sekretaris Fraksi Madani DPRD Pamekasan Hamdi menilai bantuan mobil sehat yang akan diberikan ke 178 desa terkesan dipaksakan. Pasalnya, desa di kabupaten yang berjargon Kabupaten Gerbang Salam ini sudah banyak yang punya mobil sehat.

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini meminta untuk sementara waktu anggaran beli mobil sehat tersebut dialihkan untuk beli truk tangki saja. Alasannya banyak desa yang butuh tangki untuk digunakan penyuplai air bersih agar desa yang mengalami kekeringan bisa teratasi.

“Karena sekarang musim kemarau dan ini permasalahan yang sangat genting, maka lebih baik anggaran itu sementara waktu dialihkan pada pembelian mobil tangki. Karena bantuan mobil tangki untuk satu desa ini juga masuk program bupati,” tegasnya, Jum’at (1/11/2019).

Lebih lanjut, ia menjelaskan seharusnya mulai dari kemarin pemerintah bagaimana mengatasi kekeringan. Bukan malah menyiapkan mobil sehat untuk desa yang kemudian desa banyak yang punya, bahkan satu desa ada yang punya 3 mobil.

“Jangan-jangan mobil yang lama, dijadikan SPJ oleh kepala desa (Kades),” imbuhnya.

Dana sebanyak itu, menurut Hamdi disediakan Pemkab Pamekasan untuk pengadaan mobil sehat yang akan diberikan ke 178 desa yang tersebar di 13 kecamatan di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura.

Sebelumnya, wakil Bupati Pamekasan, Rajae mengatakan, pemberian satu unit mobil sehat untuk desa itu akan diberikan kepada 178 desa, tanpa terkecuali.

Pihaknya melakukan hal itu sebagai bentuk pelayanan optimal dari Pemkab Pamekasan untuk semua lapisan masyarakat kalangan bawah. Serta demi menunjang program kesehatan, Pemkab Pamekasan menyiapkan dana sekitar Rp 35,6 miliar untuk mobil sehat.

“Jadi nantinya setiap desa akan mendapatkan semua mobil sehat itu tanpa terkecuali,” katanya, Rabu (30/10)

Ditanya mengenai jadwal realisasi pemberian mobil sehat untuk desa tersebut, Rajae menegaskan, realisasinya ditargetkan selesai anggaran 2019.

Dengan demikian, masyarakat Kabupaten Pamekasan sudah bisa menikmati fasilitas penunjang pelayanan kesehatan tersebut paling lambat pada tahun 2020 mendatang. “Kami menargetkan tahun 2019 ini selesai pendistribusiannya,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala BKD Pamekasan, Sahrul Munir mengatakan, alokasi dana khusus pemberian mobil sehat tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni. Total anggaran senilai Rp 35,6 miliar.

Adapun mekanisme penyaluran program tersebut berbentuk non tunai. Kata dia, Pemkab Pamekasan melalui BKD Pamekasan akan mengirimkan bantuan satu unit mobil sehat ke masing-masing desa.

“Dana yang dipakai untuk pembelian mobil sehat untuk desa itu, murni dari APBD Pamekasan,” tandasnya. (RUK/MH)