Belasan TKI Sampai di Posko Covid-19 Jembatan Timbang Jrengik Sampang

TKI Posko Covid-19 Jembatan Timbang Jrengik
Sekretaris Dishub Sampang, Yulis Juwaidi saat memberi himbauan kepada para TKI yang baru datang dari Malaysia. (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Belasan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali memasuki Posko Pencegahan Covid-19 di Jembatan Timbang, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Senin (1/6) petang. Pekerja migran tersebut kembali ke kampung halaman dari negeri jiran, Malaysia.

Mereka disambut oleh petugas yang berjaga di Posko Jembatan Timbang. Personel gugus tugas yang terdiri dari Dishub, Satpol PP dan Tagana Kabupaten Sampang bergegas memberi arahan, agar para pekerja migran tersebut melakukan cuci tangan.


Usai mencuci tangan, mereka dilakukan pendataan dan screening oleh petugas yang terdiri dari BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Sekretaris Dishub Sampang, Yulis Juwaidi menyebutkan, jumlah TKI tersebut sebanyak 11 orang. Mereka telah diberi himbauan dan arahan agar tidak melakukan kontak langsung dengan warga di kampung halamannya selama 14 hari.

Himbauan itu diberikan, lanjut Yulis, dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dia mengungkapkan, belasan TKI tersebut sampai di Jembatan Timbang dengan menggunakan armada Bus Kalisari, Nopol L 7512 UG.

“Seperti biasa, kami langsung berikan himbauan kepada para TKI agar melakukan isolasi secara mandiri, dengan tetap di rumah saja,” katanya saat dikonfirmasi maduraindepth.com.

Dikatakannya, belasan TKI tersebut diketahui bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia. Satu diantaranya merupakan warga asal Kecamatan Kedungdung. Kemudian satu lagi berasal dari Kabupaten Bondowoso. Sementara sisanya adalah warga asal Kabupaten Bangkalan.

Baca juga:  Buntut Pilkades, Ratusan Warga Desa Pamaroh Pamekasan Demo Kantor Bupati

“Yang turun sampang hanya satu orang,” beber dia.

Isma’il (23) seorang TKI asal Kecamatan Kedungdung menyatakan siap mengikuti himbauan pemerintah. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk kebaikan dirinya maupun keluarga.

“Alhamdulillah, saya sudah sampai di Kabupaten Sampang, dan akan mengikuti himbauan-himbaun tersebut,” tuturnya. (RIF/MH)