Alokasi Pupuk Bersubsidi di Pamekasan Dipangkas Hingga 50 Persen

Pupuk bersubsidi pamekasan
Istimewa

maduraindepth.com – Alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Pamekasan tahun 2020 dipangkas hingga sekitar 50 persen. Pemangkasan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi.

Kasi Pupuk, Pestisida, Alat dan Mesin Pertanian Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pamekasan, Raden Deddy Dwi Yudha Bakti menjelaskan, pemangkasan tersebut hampir 50 persen.


“Penetapan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020, sangat jauh dari pengajuan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok ( E-RDKK) pupuk bersubsidi Kabupaten Pamekasan,” jelas Raden Deddy seperti dikutip dari laman resmi Distan PHP Kabupaten Pamekasan, Selasa (20/10).

Lebih lanjut, pria yang karib disapa Deddy tersebut mengatakan, tahun ini dalam E-RDKK tersebut kebutuhan pupuk bersubsidi jenis urea di Pamekasan sekitar 39 ribu ton. Kemudian jenis SP 44 ribu ton, ZA 54 ribu ton, NPK 47 ribu ton dan organik 44 ribu ton.

“Pemotongan alokasi pupuk bersubsidi ini, tidak hanya terjadi di Pamekasan saja. Melainkan, juga terjadi secara nasional di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa jumlah sebanyak itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan dari 1.019 Kelompok Tani (Poktan), dengan jumlah petani sebanyak 137.495 dan dengan luas tanam 206 ribu hektare lebih yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di wilayah Kabupaten Pamekasan.

Baca juga:  GP Ansor Beri Bantuan Pada Bayi Penderita Kelainan Jantung di Pamekasan

“Alternatif untuk mengantisipasi pengurangan alokasi pupuk kimia bersubsidi. Substitusinya, adalah mengoptimalkan pemanfaatan pupuk organik atau pupuk kandang yang sudah banyak diolah oleh masing-masing kelompok tani. Akan tetapi jika tetap tidak ada perubahan maka petani terpaksa harus beralih ke pupuk non subsidi yang harganya jelas lebih mahal,” katanya. (RUK/MH)