Warga Larangan Pamekasan Tolak Bantuan Ayam dari Kementerian Pertanian

0
50
Bantuan ayam pamekasan
Istimewa

maduraindepth.com – Masyarakat Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Pamekasan menolak bantuan ayam Kementerian Pertanian tahun 2019. Pasalnya, bantuan tersebut tidak lengkap dan terindikasi ada pemotongan.

“Masyarakat kompak tidak mau menerima sebelum kandang dan bantuan lengkap,” ungkap Haerus Saleh warga setempat, Rabu (27/11/2019).

Penolakan yang dilakukan penerima rumah tangga miskin pertanian (RTMP) dikarenakan tidak menerima kandang dari Unit Pengelola Keuangan Kelompok (UPKK) Desa Larangan Luar. Seharusnya, kata Haerus Saleh, calon penerima terlebih dahulu menerima bantuan kandang ayam dari UPKK.

“UPKK Larangan tidak memenuhi apa yang menjadi hal warga dan RTMP,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia menuding bahwa hilangnya bantuan tersebut diduga ada campur tangan kepala desa (Kades) setempat. Sebabnya, Kades ikut campur pada proses pendistribusian ayam.

Dia menduga, Kades Larangan Luar Akh Farizi ikut andil dalam bantuan tersebut hanya ingin mengambil keuntungan dari pembuatan kandang ayam. “Maksud dan tujuannya kades turut campur dalam pendistribusian apa? Wong kegiatan ini yang berhak UPKK,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pembuatan kandang ayam yang seharusnya diserahkan langsung dananya kepada RTMP sebesar Rp 500 ribu, ditangani UPKK.

Jumlah total calon penerima program bantuan BEKERJA dari Kementan RI sebanyak 12.230 yang tersebar di 4 Kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Sementara RTMP di Desa Larangan Luar sebanyak 742 orang penerima.

Kepala Desa (Kades) Larangan Luar Akh Farizi membantah tudingan tersebut tidak benar. Farizi mengungkapkan, program tersebut merupakan program lanjutan Pj Kades Gufron.

“Itu program lanjutan mantan Pj Kades Gufron. Untuk jelasnya coba hubungi beliaunya,” kilah Farizi saat dikonfirmasi. (RUK/MH)