Opini  

Virus Corona Menggila, Trend Kalahkan Kasus Korupsi di Indonesia

Virus Corona Kalahkan Kasus Korupsi
Penulis merupakan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. (Foto: Dok MI)
Oleh: Alimuddin*

maduraindepth.com – Akhir-akhir ini dunia digemparkan oleh satu wabah penyakit yang cukup serius mengancam nyawa manusia, bahkan membunuhnya secara cuma-cuma (Gratis), manusia bisa mati tanpa harus bunuh diri bahkan kuasa Tuhan terasa dikesampingkan oleh hamba yang takutnya secara berlebihan, serta meyakini secara kaffah bahwa kematiannya akibat virus corona. Oleh karena itu virus corona seakan dinobatkan menjadi virus mematikan nomor satu di dunia. Kenapa tidak, virus corona saat ini telah menginfeksi lebih dari 140 negara di dunia. Menurut siaran pers pada Senin (16/03/2020) total ada 162.687 kasus infeksi virus corona yang telah dilaporkan di seluruh dunia.

Dari jumlah tersebut, terdapat 6.065 kasus kematian. Sementara, 75.620 diantaranya telah dinyatakan sembuh. Adapun jumlah kasus terbanyak masih tercatat di China, disusul Italia, Iran, Korea Selatan, dan Spanyol.

banner 728x728

Word Helth Organisations (WHO) pun telah menyatakan virus corona sebagai pandemi. Artinya virus corona telah menyebar ke hampir seluruh dunia dan populasi dunia kemungkinan akan terkena infeksi dari virus ini. Jadi, sebagian dari populasi dunia akan jatuh sakit. Virus corona atau COVID-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia, virus ini masih berhubungan dengan penyebab Middle East Respiratory (SARS) dan Severe Acute Respiratory (MERS) yang sempat merebak beberapa tahun lalu.

Penyebab yang menimbulkan virus corona ada sampai saat ini, mungkin sebagian besar dari kita masih belum mengetahui secara pasti, tetapi dari beberapa kabar yang menunjukkan bahwa virus corona disebarkan oleh hewan dan mampu menjangkit dari satu spesies ke spesies lainnya, termasuk manusia. Infonya diketahui bahwa virus corona berasal dari Kota Wuhan di China dan muncul pada Desember 2019.

Dalam tulisan ini bukan bermaksud untuk menakut-nakuti atau bahkan menciptakan kegaduhan lagi secara berlebihan. Kita sadari bersama wabah ini menjadi persoalan serius yang harus kita sikapi dan hadapi secara tenang, tetap menjaga kesehatan dimana pun kita berada. Memang sebagian dari kita merasa ketakutan secara berlebihan, seiring merambatnya virus corona dalam aktivitas hidup manusia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan WHO menyatakan bahwa, virus corona bisa menyebabkan kematian. Bahkan pasien yang terinfeksi dan sembuh akan mengalami kerusakan permanen pada paru-paru dan antibody, sungguh kejam dan gilanya virus ini dalam menyerang pradaban kehidupan kita.

Kita coba telisik lebih mendalam dan menengok sejarah kelam dunia yang disebabkan oleh virus mematikan, seiring mencuatnya virus corona seorang ahli perang biologis Israel mengatakan jika hal itu disebabkan oleh adanya kebocoran pada dua laboratorium yang terhubung dengan program “bio-warfare” di kota Wuhan. Ia menuding jika corona sebenarnya “senjata biologis” China untuk menghambat laju populasi manusia di negara tersebut. China tercatat sebagai negara terpadat di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 1,4 miliar orang.

Sejarah mencatat, pada tahun 1720 yang lalu, dunia Eropa dihebohkan oleh wabah mematikan yang dikenal dengan sebutan “The Great plague of Marseille”. Dimana wabah ini mampu membunuh umat manusia lebih 100 ribu jiwa, yang menjadi pusat terbesar adalah Negara Prancis.

Seratus tahun kemudian, tepatnya 1820 kita diingatkan dengan “First Choleras Pandemic” sebuah penyakit diare yang mengerikan. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi usus yang kemudian mengalami dehidrasi, kekurangan cairan tubuh yang lumayan banyak, hal demikian jika tidak cepat ditangangi akan mengakibatkan kematian. Lagi-lagi kegilaan wabah ini memakan korban lebih dari tiga ribu orang di Bangkok, dua puluh tiga orang di eropa, sekitar lima ribu orang di Italia dan di Indonesia sendiri hampir seratus ribu nyawa yang melayang. Coba, apa tidak mengerikan. Wabah ini berpusat di negara India yang jumlah penduduknya juga lumayan banyak.

Pembunuhan massal umat manusia sepertinya sudah tidak asing lagi dijumpai dan dipertontonkan layaknya sayembara kuda. Bahkan ada sebuah film yang menceritakan pembunuhan dengan cara dijebak di dalam sebuah perusahaan. Hal itu terkoneksi bersama perusahaan di seluruh dunia jika sewaktu-waktu orang-orang di dalamnya termasuk karyawan harus dimusnkahkan. Film tersebut adalah “The Belko Experiment” yang tayang pada tahun 2016 lalu.

Sungguh mengerikan sekali, kita mesti tahu bahwa bumi yang kita tinggali ini sangat begitu rentan apapun bisa saja akan terjadi. Keserakahan orang-orang tak bertanggung jawab adalah faktor dari segalanya. Sehingga akibat dari mewabahnya virus ini seluruh aktivitas manusia secara tiba-tiba dihentikan sementara guna menjaga dan berlindung dari bahaya virus corona, mulai dari pusat perbelanjaan, pendidikan, wisata, dan yang lainnya. Kegilaan virus corona melebihi kegilaan para koruptor yang merampas uang rakyat jelata atau kebijakan penguasa yang merugikan kesejahteraan hidup manusia dibawah keputusan yang sepihak.

Virus corona menjadi trending paling hangat saat ini di media sosial mengalahkan kasus korupsi yang dilakukan Harun Masiku, kasus Jiwasraya, dan kasus Omnibus Law. Dampaknya banyak tulisan dan gambar bermunculan secara signifikan, mulai dari hal yang lucu sampai pada hal yang aneh dan tak layak untuk dilihat.

Virus corona seperti tentara yang menyerang bumi, manusia dalam hal ini harus tetap bersikap secara sadar bahwa yang terjadi hanyalah suatu cobaan dan pembelajaran, bagaimana manusia harus lebih meyakini siapa yang dapat menghindari kematian dan untuk apa kita punya Iman kalau masih takut mati. Tuhan memerintahkan kita untuk tetap berusaha agar kita selamat dari cobaan yang ada (COVID-19). (*)

banner 728x728

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Kirim Info