Surat Terbuka Perihal Begal di Medsos Rugikan Pihak UTM

Ilustrasi. (Madurai Indepth/Muhlis)

maduraindepth.com – Surat terbuka perihal begal di sekitar kampus Universitas Trunojoyo Madura yang ditujukan ke Kepolisian Daerah Jawa Timur dan tersebar luas di akun media sosial (Medsos), dibantah oleh jajaran rektorat, Sabtu (29/6). Pihak kampus memastikan pemilik akun atas nama Achmad Ghazali bukan mahasiswa UTM.

Wakil Rektor III UTM Agung Ali Fahmi mengatakan, surat terbuka tersebut sangat merugikan pihak kampus. Seolah surat itu menyatakan jika UTM diintai para pelaku begal. Terlebih pekan ini merupakan momentum  penerimaan mahasiswa baru.


“Kami khawatir dengan adanya surat terbuka itu akan melahirkan kepanikan-kepanikan baru di masyarakat. Karena data yang disajikan itu tidak bisa dipertangungjawabkan,” bantah Agung Ali, Sabtu (29/6).

Baca juga: Marak Begal, Jiwa Mahasiswa UTM Terancam

Menurut Agung, nama Achmad Ghazali pengirim surat terbuka ke Kapolda Jatim tersebut tidak ada dalam database UTM. Pengirim bisa dari oknum tertentu yang ingin merusak citra kampus.

“Karena apa yang ditulis lepas dari substansi, makanya kita  mendorog agar kepolisian bertindak tegas,” jelas Agung Ali.

Agung menyarankan, apabila masyarakat mau berpatisipasi dengan baik terhadap tugas polisi, sebaiknya akun medsos ditulis dengan nama transparan. Sehingga publik mengetahui.

Baca juga: Tanggapan Kapolres Bangkalan Soal Maraknya Aksi Begal

“Transparan saja, nama, dan alamatnya misalkan. Kami pikir itu jauh lebih baik dan bisa dipertagungjawabkan. Surat terbuka ke Kapolda Jatim ini bukan mahasiswa UTM, kami tidak menemukan inisial nama itu,” terangnya.

Baca juga:  Usai Direnovasi Kapolda Luki Hermawan Kunjungi Kantor Polsek Tambelangan

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan menyampaikan, jika tindak kriminal kejahatan tidak bisa dicegah polisi, tanpa campur tangan masyarakat. Polisi mustahil untuk menghilangkan, namun hanya bisa diminimalisir. (NR/MI)