Stok Masker dan Hand Sanitizer di Bangkalan Kosong

Ketua Takmir Masjid Agung Bangkalan, KH Syafi' Rofi'i. (AR/MI)

maduraindepth.com – Stok masker dan cairan pencuci tangan berbasis alkohol (hand sanitizer) di sejumlah toko dan Apotek di Bangkalan kosong. Hal ini disebabkan merebaknya isu virus Corona (Covid-19) di Indonesia, khususnya di Bangkalan, Madura.

Ketua Takmir Masjid Agung Bangkalan, KH. Syafi’ Rofi’i mengaku sulit mencari cairan pencuci tangan berbasis alkohol (hand sanitizer) di Bangkalan. Menurut dia, Hand Sanitizer sangat dibutuhkan untuk para jamaah dari dalam maupun luar kota yang sholat di Masjid Agung Bangkalan.


“Rencananya setiap pintu masuk saya akan berikan Hand Sanitizer agar semua steril. Ya mau gimana lagi kalau semua apotik kosong,” ucap mantan Wakil Bupati Bangkalan tersebut, Selasa (17/3).

Terpisah, Mahira Talita Abraham, salah satu warga Bangkalan menuturkan, setelah pemerintah mengeluarkan surat edaran terkait pemcegahan virus corona atau  atau yang disebut Covid-19, masker dan cairan pencuci tangan berbasis alkohol (hand sanitizer) kosong di semua apotik.

“Saya cari kemana-mana di semua apotik Bangkalan tidak ada. Bahkan saya nitip ke teman saya yang ke Surabaya juga gak dapat,” terangnya.

Mahira sapaan akrapnya, meminta pihak pemerintah agar secepatnya mengambil sikap terkait kekosonag masker dan hand sanitizer.

Pantauan maduraindepth.com di berapa apotek yang ada di Bangkalan, masker dan hand sanitizer kosong. Menurut keterangan salah satu karyawan apotek di jalan Syaikhona Kholil, kekosongan masker dan hand sanitizer terjadi akibat terputusnya pasokan dari distributor.

Baca juga:  Kemenag Sampang Ajak ASN Hening Cipta Indonesia dan Berdoa di Rumah

“Stok masker dan hand sanitizer sudah dari kemarin, sebelum pemerintah mengeluarkan edaran sudah kosong. Sekarang ini yang minta banyak tapi barangnya tidak ada,” kata salah seorang karyawan Apotek yang tidak mau disebut namanya.

Kondisi yang sama juga diakui karyawan Apotek Kimia Farma dan Apotik K24 di Jalan Raya Burneh. Menurut keterangan dua karyawan Apotek tersebut, habisnya stok masker ini sudah terjadi sekitar seminggu.

“Kekosongan ini dikarenakan tidak ada stok dari distributor yang memasok masker ke apotek-apotek di kecamatan,” ungkapnya.

Hingga saat ini pihak Apotek mengaku belum mengetahui kapan persediaan masker kembali normal ditengah banyaknya warga yang mencari masker. (AR/AW)