Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9: Ibu Adalah Sosok Kesatria Tangguh

Sekolah perempuan perdamaian bintang 9 sampang
Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang. (FOTO: Istimewa)

maduraindepth.com – Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu Nasional. Ada banyak pandangan soal peran dan keberadaan ibu saat ini. Salah Satunya dari Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang.

Pengelola Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang, Aminatur Rizqiyah memaknai peringatan hari ibu sebagai momentum perjuangan pergerakan perempuan. “Penting untuk kita terus berupaya, berusaha, mementingkan dan meresapi makna hari ibu dengan sebenarnya,” ujarnya, Rabu (22/12).


Menurutnya, hari ibu merupakan alarm kehidupan untuk mengingatkan kita tentang sejarah perjuangan para ibu dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Ibu yang dilahirkan dengan status perempuan adalah ruh kehidupan bagi perjalanan masa depan kita, baik bagi yang berjenis kelamin perempuan maupun yang berjenis kelamin laki-laki.

“Ibu yang berjenis perempuan adalah sosok yang tangguh dan berjiwa kesatria dalam memperjuangkan hak-haknya, namun gerakannya bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan untuk orang-orang yang dicintainya,” ucap Rizqi.

Kendati demikian, sosok ibu yang memiliki hati nan lembut, sering kali selalu dikorbankan menjadi objek kehidupan. Sehingga ibu karena status ke-perempuannya selalu disalahkan atas apa yang disandangnya.

“Entah karena statusnya, pakaiannya, suaranya, gerakannya dan apa saja yang dilakukan selalu berstatus negatif bagi yang lain,” katanya.

Hal itu, sambung Rizqi, menjadi tantangan masa depan untuk generasi muda saat ini agar memandang perempuan dan laki-laki adalah relasi yang saling menghormati. “Kita membutuhkan, menyayangi dan saling peduli tanpa memandang status perempuan atau laki-laki,” pungkasnya. (Alim/MH)