Puskemas Mandangin Sosialisasikan Program PTM kepada Siswa SD

Puskesmas mandangin sosialisasi ke siswa sd
Tampak petugas kesehatan saat memberikan skrining kepada siswa Sekolah Dasar di Pulau Mandangin. (Foto: Puskesmas Mandangin for MID)

maduraindepth.com – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Desa Pulau Mandangin melaksanakan kegiatan integrasi program Penyakit Tidak Menular (PTM), Promosi Kesehatan (Promkes), Kesehatan Keliling (Kesling), dan cacingan. Dalam kegiatan itu, Puskemas setempat melibatkan anak usia dini, siswa sekolah dasar (SD) di desa setempat, Senin (20/5).

Penanggungjawab Promosi Kesehatan Masyarakat (PKM) Puskesmas Mandangin, Umi Mahtum mengatakan, kegiatan PTM ini meliputi edukasi bahaya rokok pada remaja. Sekaligus skrining perilaku merokok pada siswa SD kelas III, IV, V, dan VI.

Sementara, lanjut Umi Mahtum, kegiatan promkes meliputi edukasi dan survei perilaku PHBS di lingkungan sekolah. “Kalau untuk kegiatan kesling meliputi survei dan inspeksi kesehatan lingkungan sekolah, dan survei Sarana Air Bersih (SAB),” ucapnya.

Dalam rangkaian kegiatan PTM itu, juga terdapat sosialiasi cacingan. Meliputi, edukasi penyakit akibat cacing, mulai dari gejala, pencegahan, penularan, dan pemberian obat cacing.

“Kami para nakes langsung memberikan obat untuk diminum siswa kelas satu sampai enam secara bersamaan dalam kelas,” kata Umi Mahtum.

Menurutnya, kegiatan itu dilakukan dengan  tujuan untuk mendapatkan data awal perilaku merokok di lingkungan sekolah. Termasuk sebagai langkah awal dari upaya berhenti merokok.

“Penduduk sekolah terbiasa menerapkan PHBS di sekolah, maupun dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Selain membiasakan diri dari hidup sehat, tujuan PTM juga membuat siswa-siswi terhindar dari infeksi yang disebabkan cacing untuk enam bulan ke depan. Melalui kegiatan itu, Puskemas Mandangin memiliki rencana tindak lanjut, seperti
dilakukannya skrining perilaku merokok di sekolah, serta diharapkan pihak sekolah dapat bekerjasama dalam kegiatan ini.

Baca juga:  Puskesmas Mandangin Lakukan Sub Pin Polio Pertama Kepada Ratusan Anak Usia Dini

“Untuk siswa yang diskrining, bisa memahami tentang bahaya rokok dan bisa menyampaikan informasi itu kepada keluarganya, untuk siswa yang tidak hadir ke sekolah tetap diberi obat dengan bantuan guru untuk memantau,” ungkapnya.

Kemudian, kata dia, dari kegiatan tersebut dapat meningkatkan strata PHBS sekolah, dari pratama menuju madya, dan dari madya menjadi purnama. Terlebih jika dapat mencapai sekolah dengan PHBS paripurna.

“Kalau semua berjalan baik dan saling bersinergi, kami yakin akan mengalami peningkatan kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Alim/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *