Peran Perempuan Masih Sangat Minim, Ini Kata Dua Srikandi Demokrasi Sampang

111
Siti Aisyah, Komisioner divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sampang bersama Ketua Bawaslu Sampang, Insiyatun saat menjadi narasumber acara Talk Show di salah satu radio swasta di Sampang. (Foto: Netfid for MI)

maduraindepth.com – Peran perempuan dalam pelaksanaan demokrasi khususnya di Kabupaten Sampang terbilang sangat minim. Ini dikatakan oleh dua Srikandi penyelenggaraan demokrasi di Kabupaten Sampang, Insiyatun Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang dan Siti Aisyah Komisioner divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sampang, Senin (8/3).

Insiyatun memaparkan, demokrasi ada dua yaitu prosedural dan non prosedural. Secara prosedural meliputi penyelenggaraan, pengawasan, dan pemantauan. Selain itu, menjadi pemilih yang berperan aktif dalam pelaksanaan pemilu, serta berperan aktif menjadi peserta pemilu.


Sedangkan non prosedural, lanjut dia, berbicara tentang bagaimana memberikan edukasi tentang demokrasi pada masyarakat. Seperti yang telah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini ketika melakukan pemutahiran data pemilih berkelanjutan kepada masyarakat untuk pemilu 2024.

“Disisi lain dari sektor non prosedural, adalah dengan melakukan gerakan perempuan demi mewujudkan kebaikan dalam demokrasi elektoral,” tandasnya.

Dia menjelaskan, peran perempuan dalam demokrasi tidak hanya menjadi penyelenggara dan peserta pemilu, tetapi bagaimana perempuan bisa mengakomodir kepentingan rakyat. Minimnya peran perempuan, menurut Insiyatun, akibat kurangnya pendidikan dan sosialisasi politik di masyarakat.

“Mindset masyarakat menjadi persoalan utama. Untuk mengatasi itu, Bawaslu sudah menyiapkan program sekolah kader pengawas partisipatif pemilu (SKPP),” bebernya.

“Kami sudah memiliki 21 kader pengawas partisipatif, 40 persen diantaranya adalah kader perempuan. Mereka diarahkan untuk membawa komunitas mereka menjadi pengawas partisipastif, dan itu sudah ada dalam program Bawaslu tahun 2021,” sambungnya.

Baca juga:  Mengenal Laili, Mahasiswi Berprestasi yang Terjebak di China
Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun saat mengisi acara pelatihan sekolah kader Kopri PMII Sampang. (Foto : Istimewa)

Melalui program SKPP, ucap Insiyatun, pihaknya akan menyasar kelompok perempuan yang aktif di organisasi kepemudaan maupun usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mensosialisasikan kepada kelompok perempuan lainnya. “Tidak hanya sosialisasi namun membangun pendidikan politik yang baik dan mendorong mereka bagaimana mereka ikut andil dalam pesta demokrasi,” jelasnya.

Dirinya menola